Seminar Psikologi Transpersonal

Seminar Psikologi Transpersonal.

Asesmen Pegawai

Asesmen Pegawai.

Proses Rekrutmen Karyawan

Proses Rekrutmen Karyawan.

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card.

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan.

Tampilkan postingan dengan label Narasi Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narasi Ringan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2015

SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI?"

Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua".
Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.
Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?"
Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".

Kamis, 17 Desember 2015

Mohon baca sebentar. Ini sepenggal kisah di tempat idaman seluruh dunia, Raja Ampat.

Lenterna

Aku bergegas melompati zona nyaman dan aman selepas gelar sarjana kuraih. Melihat potret pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang miskin ilmu dan minim pendidikan formal, timbulah niatku untuk menjadi bagian dari penggerak dan pengubah, meski tak bisa seluruh dan sepenuhnya. Itulah salah satu tujuanku untuk mengabdi pada negeri ini. SM3T adalah jawaban dari doa-doa panjangku. Ialah perahu yang akan membawaku untuk mendedikasikan diri sepenuhnya bagi anak-anak di daerah timur Indonesia.

Adalah Pulau Beo, bagian dari Distrik Tiplol Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat yang akan menjadi tempatku belajar satu tahun penuh. Bersahabat dengan keterbatasan harus kunikmati tanpa banyak keluh. Seperti mendayung ketingting setiap sore demi mendapatkan beberapa ember air untuk mandi dari kampung sebelah. Belum lagi menahan perih di mata saat harus memasak di depan tungku sambil menenangkan bunyi perut yang kelaparan. Ditambah ketiadaan sinyal di wilayah ini. Bahkan aku harus mendaki gunung hanya untuk berkirim pesan, mengabari orang-orang terdekat. Tak peduli apapun, justru dengan semua kesulitan ini, aku harus menjadi pribadi yang tak lagi sama selepas satu tahun berada di sini.

Ketika awal mula mengajar di Sekolah Dasar, aku sempat mengajar sekaligus memegang kelas 4, 5, dan 6. Jangankan kepala sekolah, gurupun tidak ada. Itu hanya berjalan sebulan lebih, karena tidak lama kemudian ada Bapak Kepala Sekolah baru asal Pacitan, dan seorang guru baru yang juga istrinya. Jelas sekali aku merasa kesulitan pada awal proses beradaptasi. Tapi dengan segera, anak-anak Beo mengajariku ilmu sabar, keteguhan, kepatuhan, dan pelajaran hidup yang sesungguhnya.
***
Ketika rasa lelah dan jenuh mengajar mulai merambah, selalu ada penawar yang sungguh ampuh membuat letih itu hilang tak berbekas. Suara langkah kaki kecil yang datang bergerombol, mengetuk pintu rumahku setiap malam dengan ketukan yang bersemangat, punggung-punggung mungil yang dihiasi tas gendong berisi peralatan tempur, yaitu buku bekas dan pensil berukuran jari kelingking, bagaimana bisa aku lebih memilih tidur meskipun lelah luar biasa mendera tubuh? Kusambut mereka dengan senyum lebar. Untuk apa aku ada di tempat ini, jika bukan untuk mereka?

Penuh sudah rumahku dengan belasan anak-anak yang seperti matahari pukul 12 siang: cerah, bersinar, tak ada kata mengantuk. Segera saja ruang depan, kamar, bahkan dapur, penuh dengan anak-anak. Maklum, rumah yang dipinjami warga ini memang tidak begitu luas.

Mereka bahkan membuatku memahami Islam lebih dalam. Beo adalah kampung muslim, namun sedikit sekali jika tak bisa disebut tidak ada ilmu Islam yang mereka ketahui dengan baik. Maka, aku dituntut untuk membuka kembali dasar-dasar pelajaran agama Islam. Sejatinya, ini adalah tantangan besar bagiku yang masih miskin ilmu agama. Bagaimana menanamkan pendidikan sholat lima waktu, belajar Alquran dan mengenalkan Sang Pencipta pada anak-anak Beo, di tengah minimnya kebiasaan mereka akan ibadah sehari-hari?
Maka, dimulailah kegiatan terindah yang pernah kutemui, kurasakan, dan kulakukan seumur hidupku.

Di tengah gelapnya Kampung Beo pada malam hari, wajah mereka sempurna menerangi rumah ini, rumah singgahku. Setiap malam, aktivitas belajar ini hanya bercahayakan lenterna. Orang jawa sering menyebutnya dengan lampu minyak. Masyarakat Beo menamainya lenterna. Sinar lenterna berasal dari aki, yang itupun sering mati karena kondisi lampu memang sudah mengenaskan. Tapi tetap saja terasa terang benderang bak lampu listrik. Diiringi riuah suara anak-anak mengeja huruf, berhitung, dan mengaji. Jika sudah begini, rasa-rasanya aku tak lagi mengenal kata lelah. Tak ada lagi kosa kata malas dalam kamus hidupku.
" Isya lima rokaat, Ibu! " seru mereka. Suara nyaring dan cempreng itu masih saja terngiang.

Ah, aku hanya ingin melihat mereka tumbuh besar dengan kebahagiaan sepenuhnya. Berkembang bersama pundak yang kokoh, hati yang lapang, dan jiwa yang penuh dengan ilmu. Aku ingin mereka menjadi dewasa, laksana nyala lenterna di gulitanya hutan, di pekatnya dasar lautan.
“Jagalah mereka, lenterna-lenterna kecilku, Ya Rabb.. ucapku lirih. Bayangan hitam sajadah tipisku bergoyang oleh sinar lampu dari sumbu di dalam kaleng kecil.

"Kelak, lenternaku akan benderang dan menyinari negeri ini dengan kemuliaannya. "

Kampung Beo, Raja Ampat-Papua
Rabu, 7 Oktober 2015

MARI BERBAGI CINTA

Bagi teman teman yang ingin berbagi kebahagian. Anak-anaku sangat membutuhkan alat tulis, peralatan sekolah, iqra, quran dll

Bisa dikirimkan ke Kantor Pos Raja Ampat. Atas Nama Annisa Sofia Wardah, Bpk. Sandhi Prasetya Aji.

Kantor Pos cabang Raja Ampat. Jl. M. Saleh Taesa-Kantor Distrik Kota Waisai Raja Ampat-Papua Barat 98481

No Hp:
081295726260 (Anisa Sw)
085259740869 (Pak Shandi)

Jika dipulau hanya ada jaringan Ceria
082818930366 (Annisa Sw)
08283379757 (pak Sandhi)

Sepasang suami-istri terkenal sebagai pasangan yang paling serasi. Perlambang cinta sejati, kerukunan penuh kedamaian, dan kasih yang abadi. Mesra. Selalu bersama. Kompak. Saling melengkapi. Dan, membuat iri siapa pun yang menyaksikannya.

Padahal, sepasang suami-istri ini memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Sang suami terkenal sebagai orang diam, santai, tidak panik, meski terkesan sepele dan apatis. Sebaliknya, sang istri merupakan pribadi yang banyak bicara, terburu-buru, tergesa, hingga ternilai mudah marah dan reaktif untuk persoalan sekecil dan seremeh apa pun.

Suatu hari, keduanya melakukan perjalanan laut. Niatnya berbahagia dan menikmati kebersamaan, rupanya mereka mendapati ujian berat di tengah samudra. Angin. Hujan lebat. Guntur. Petir. Membadai. Kapal yang mereka tumpangi pun bergejolak, seluruh penumpangnya panik.

Apalagi sang istri, gulana dan kacaunya hati wanita ini memuncak. Ia berlari ke sana ke mari, mengupayakan berbagai jenis penyelamatan, dan sibuk tiada banding. Marahnya bertambah-tambah ketika dirinya mendapati sang suami di sebuah sudut.

Laki-laki pujaan jiwanya itu bersikap santai, easy going, tiada cemas atau panik, wajahnya datar. Biasa-biasa saja. Menyaksikan fenomena ganjil ini, sang istri pun mengambil sebilah pisau. Didekatilah sang suami, lalu ditodongkan kepadanya, “Apakah kamu tidak takut dengan pisau ini?”

“Tidak,” jawab sang suami santai.

“Apa alasannya?” lanjut sang istri.

“Sebab, aku sangat memahami siapa istriku. Dia tak mungkin melukai orang yang dia cintai, dan orang itu pun mencintainya.”

Saat istrinya terkesima di tengah cuaca yang semakin berkecamuk, sang suami berkata lembut, “Maka, aku tidak khawatir dengan badai yang tengah terjadi. Sebab semua kejadian berada dalam Kuasa-Nya, dan aku pun mencintai-Nya dengan iman yang terjaga. Jadi, buat apa aku terbitkan khawatir yang akan semakin mengacaukan suasana?”

Seperti inilah seharusnya kondisi rumah tangga. Saat sang istri panik, suami kudu menjadi sosok pertama yang menenangkan. Sebaliknya, tatkala sang suami mengalami tekanan fisik dan psikis dalam banyak soalan, termasuk pekerjaan, seorang istri yang baik harus menjadi orang pertama dalam meredakan emosi, menghibur jiwa, dan memberikan obat dengan terus mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Jika Anda tengah alami sebuah kecamuk jiwa, dan suami Anda bersikap seperti ini atau sejenisnya, yakinlah bahwa dia merupakan suami terbaik yang diturunkan dari langit-Nya.

Wallahu a’lam. [

Senin, 14 Desember 2015

BEING HAPPY
by Pope Francis

"You may have defects, be anxious and sometimes live irritated, but do not forget that your life is the greatest enterprise in the world. Only you can prevent it from going into decadence. There are many that need you, admire you and love you.

I would like to remind you that being happy is not having a sky without storms, or roads without accidents, or work without fatigue, or relationships without disappointments.
Being happy is finding strength in forgiveness, hope in one’s battles, security at the stage of fear, love in disagreements.

Being happy is not only to treasure the smile, but that you also reflect on the sadness.

It is not just commemorating the event, but also learning lessons in failures.

It is not just having joy with the applause, but also having joy in anonymity.

Being happy is to recognize that it is worthwhile to live, despite all the challenges, misunderstandings and times of crises.

Being happy is not inevitable fate, but a victory for those who can travel towards it with your own being.

Being happy is to stop being a victim of problems but become an actor in history itself.

It is not only to cross the deserts outside of ourselves, but still more, to be able to find an oasis in the recesses of our soul.

It is to thank God every morning for the miracle of life.

Being happy is not being afraid of one's feelings. It is to know how to talk about ourselves. It is to bear with courage when hearing a "no".

It is to have the security to receive criticism, even if is unfair.

It is to kiss the children, pamper the parents, have poetic moments with friends, even if they have hurt us.

Being happy means allowing the free, happy and simple child inside each of us to live; having the maturity to say, "I was wrong"; having the audacity to say, "forgive me".

It is to have sensitivity in expressing, "I need you"; to have the ability of saying, "I love you."

So that your life becomes a garden full of opportunities for being happy...

In your spring-time, may you become a lover of joy. In your winter, may you become a friend of wisdom.

And when you go wrong along the way, you start all over again. Thus you will be more passionate about life.

And you will find that happiness is not about having a perfect life but about using tears to water tolerance, losses to refine patience, failures to carve serenity, pain to lapidate pleasure, obstacles to open the windows of intelligence.

Never give up .... Never give up on the people you love. Never give up from being happy because life is an incredible show.

And you are a special human being!"

- Pope Francis -

Selasa, 08 Desember 2015

Ada kiriman dari temen psikolog yeti widiati  bagus banget buat di share; Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tau aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi ngga canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang barang mewah.
Tapi tau mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka ngga norak pas ketemu orang kaya.
Tapi juga ngga merendahkan orang yg lebih miskin darinya.
Mereka mampu beli barang barang bergengsi.
Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi ngga teriak kemana mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.
Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama. Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit pas pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang ngga punya sopan santun, ngga nyapa orang orang yg ada di rumah itu), balikin pinjeman uang sekecil apapun, berani minta maaf pas ada kesalahan & tau terima kasih kalo dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang ngga punya attitude itu enekkin buanget.
Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.
Selamat  malam semua..... maaf copas dr grub sebelah... bagus sekali unt pembelajaran orang tua cara mendidik anak.... mungkin kita sdh terlambat... ada baik nya unt anak2 kita cara mendidik cucu2 kita.....

Jumat, 04 Desember 2015

Selamat pagi... Selamat hari jumat.. Semoga membawa berkah... Dan semoga tulisan berikut mampu menggugah.. 😊

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

***

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ’kan?”

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

***

Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana…
Tangan kami…
Kaki kami…
Mulut kami…
Mata hati kami…

Luruskanlah…
Kukuhkanlah…
Di jalan cahaya….
sempurna

Lagu tersebut mengalun pelan menemani muhasabah di akhir tahun 1431 Hijriyah.

Ya Allah, semoga Engkau masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang ihsan, sehingga kelak saat tangan dan kaki kami berkata di hari penghisaban, kesaksiannya menambah berat timbangan amal baik kami, amiin.

www.ratnautami.com

Senin, 30 November 2015

Jika jenuh menghampiri, sudah kerja keras tapi hidup tetap stagnan dan hanya begini-begini, sukses dan kaya masih sebatas mimpi.

Jodoh dan rejeki tera-sa enggan mendekati, doa-doa tak juga makbul padahal delivery berkali-kali, maka tak ada motivasi terbaik selain MATI.

Melayatlah sekali-sekali.
Pejamkan mata dan buka hati, rasakan sensasi tarikan nafas dan denyut nadi, lalu anggap dirimu yang sedang terbujur dingin pada liang yang tak seberapa inci.

Dirubung orang-orang yang sudah itu pergi, paling seminggu atau dua minggu lagi mereka sudah tertawa dan melupakan yang terjadi.

Sementara kau, siapa yang peduli ? Akankah harta dan keluarga menemani? adakah nama besarmu jadi garansi?

Bisakah puja-puji yang selama ini disematkan padamu menyelamatkanmu dari himpitan tanah basah serta mahluk-mahluk menjijikkan yang menggerogoti?

Maka mari syukuri setiap kesempatan yang diberi. Upayakan hidupmu lebih berarti.
Jika tak mampu memberi manfaat, setidaknya jangan membawa mudharat.

Jika tak bisa menjadi syafaat, jadilah pengingat.
Jika tak ada amal jariyah, jangan menanam dosa jariyah.

Rutinkan kebaikan sederhana, meski sebesar biji zarrah. #RemindMyself.#ReminderForUs 😉

Oleh Arham Kendari (dgn sedikit perubahan)

BERDAKWAH @ LINE
🌐 www.berdakwah.net
📲 blog.berdakwah.net
📻 radio.berdakwah.net

Kanal Streaming:
📡 makkah.berdakwah.net
📡 madinah.berdakwah.net

~ Tak bisa Menulis = Bangkrut ?? ~

"Jika saya tidak menuliskannya, maka masukan, ide dan gagasan saya, akan hilang begitu saja" Tulis Richard Brandson. Pemilik Virgin Air ini, memang terkenal dengan gagasan-gagasan Out Of The Box nya, menyeberang atlantik hingga pariwisata Luar angkasa..

sebelum 2008...
Saya termasuk pemimpin yang suka membaca buku, tetapi tidak aktif menulis untuk publik, saya menulis untuk buku Harian Saya.

2008, Ketika kampus saya di Baturaja sedang mengalami Kemerosotan... Mahasiswa yang diterima, menurun dalam 3 tahun berturut-turut, saya harus menemukan ide, bagaimana memimpin dan membalikkan Trend penurunan mahasiswa tersebut?

Jawabannya pun ketemu...
Team pesimis, saling menggosip, kurang kerjasama dan fokus pada proyek di luar sendiri-sendiri.

Bagaimana mengubahnya?
Ada 3 kemampuan yang harus saya kembangkan..

Story telling, Humor dan Menulis...

Story telling adalah salah satu strategi komunikasi untuk menembus faktor kritis dari pikiran sadar, agar pesan yang disampaikan menembus pikiran bawah sadar dengan lebih mudah dan mengendap disana menjadi nilai atau keyakinan yang baru.

Humor adalah Pendobrak, agar bisa diterima diberbagai kalangan dan kelompok pemikiran. Saya ingat betul, bagaimana sejak 2008 saya serius sekali meningkatkan kualitas Humor saya...

Dan ternyata...
Menulislah yang memiliki Daya Ungkit atau leverage paling Tinggi.. Karena dengan sekali mengerjakan tinggal Broadcast...

Di Zaman Gadget dan Sosial Media ini...
Tidak Memiliki kemampuan menulis, akan sangat berbahaya buat Entrepreneur seperti saya dan Anda...

Kenapa?

Persaingan Karir dan Entrepreneur, seperti di lintasan balap, memperebutkan Harta Karun. Mereka yang memiliki selera humor yang rendah, tidak pandai bercerita dan kurang pandai menuangkan gagasannya dalam tulisan.... Akan tertinggal oleh para pembalap yang akan mengambil harta karun terlebih dahulu.

Pembalap tercepat, akan mendapat lebih banyak. Raditya Dika, saya kira figur yang Pas untuk menggambarkan hal ini, anak muda yang sukses, karena Humor, bercerita dan Menulis....
Banyak yang Sukses dari Stand Up Comedy, Kemampuannya Menulis menempatkan Raditya Dika jauh melesat di depan, Popularitas  dan tentu sebanding dengan perolehan Harta Karunnya :D

Dimanakah Anda?

Jika Anda terinspirasi dengan artikel ini...
Anda Bisa Bersama saya dan HarianBernas.com yang sedang BERGIAT menyiapkan "JOGJA sebagai Kota Penulis Dunia". Ada banyak Hal yang akan Menyebabkan, Jika Masyarakat Jogja Pandai ketiga hal tersebut, maka masyarakat Jogja Akan Lebih sejahtera lagi.

Maka menyiapkan 168 Profesi di Jogja Bisa Menulis, Mulai Dari Pengemis, Pengamen, Pedagang Sayur, Tukang sampah, Tukang pijet, polisi, pilot, pramugari, birokrasi dst akan dilatih menulis.

Semua ini akan digerakkan dengan gerakan "Kamis Menulis" ...
Akan kita mulai Hari Kamis ini, 3 November di 2016.

HARIAN BERNAS menyumbang Penulis...
STIEBBANK menyumbang Tempat...

Jam 09.00 -12.00 ....
Lho kok Jam kerja? Agar yang ikut yang memang benar-benar membutuhkan dulu :D

Sehingga nanti benar-benar berlatih serius...
Karena Khawatir.. Gagal dalam Persaingan Bisnis atau Kehidupan jika tidak menguasai Keahlian Ini... wkwkwwk...

Silakan Hubungi Mas Anthonny +6282120000339

Untuk anda yang akan ikutan ya...
Tanya-tanya dulu juga boleh Kok...
Kenalan Juga Boleh... kebetulan mas Anthonny nya masih Bujang dan Jomblo wkwkwk...

Selamat bergabung bersama saya dalam " GEMA = Gerakan Menulis Jogja" mewujudkan JOGJA sebagai KOTA PENULIS DUNIA....

Mareeeee....

Salam Hebat
Putu Putrayasa
Pemimpin Umum HarianBernas.com
CEO of STIEBBANK & Hebat Group

"...@Dr. Shigaeki Hinohara (Dokter Dengan Usia 103 Tahun) Yang Akan Menyadarkan Kita Tentang Hidup....//...                                                                                                                                                              12 nasihat Shigeaki Hinohara yang perlu kita perhatikan agar memiliki tubuh sehat dan panjang umur:

1. Energi bersumber dari perasaan yang baik, bukan dari makan banyak atau tidur terlalu banyak. Ketika kamu masih kecil, hal yang paling kamu sukai yaitu bermain dan bermain, iya kan? Bahkan, kamu sampai lupa waktu makan dan tidur. Menurut Shigeaki, orang dewasa juga perlu hidup dengan cara seperti anak-anak, tak ada aturan jam makan atau jam tidur.

2. Setiap orang dengan usia melebihi 100 tahun punya berat badan yang ideal. Apapun jenis kelaminnya, negara, atau rasnya, semua orang dengan umur melebihi 100 tahun punya satu persamaan. Mereka tidak mengalami kelebihan berat badan. Dikarenakan mereka sangat memperhatikan apa yang dia makan dan cara dia makan.

3. Makanan itu penting. Ini menu makanan Dr Shigeaki: Untuk sarapan, dia minum segelas jus buah dengan satu sendok minyak zaitun. Segelas susu yang dicampur dengan bubuk kacang dan pisang. Untuk makan siang, dia minum susu dengan 2-3 keping biskuit atau tidak makan ketika dia sedang sibuk. "Saya tidak pernah merasa lapar ketika sedang bekerja karena saya fokus," kata Shigeaki. Untuk makan malam, dia makan buah atau ikan dan nasi, serta daging bebas lemak (2 kali seminggu).

4. Sibukkan waktumu. Kegiatan Shigeaki terbilang sangat sibuk. Selain rutin bekerja di rumah sakit, dia juga aktif mengajar. Menurutnya, pensiun merupakan sesuatu yang tidak perlu. Tapi jika kamu ingin pensiun, sebaiknya lakukan ketika usiamu lebih dari 65 tahun.

5. Jangan terlalu mudah mengambil keputusan untuk operasi. Jika seorang dokter menyarankan untuk melakukan operasi atau prosedur tertentu, tanyakan padanya apakah dia akan melakukan hal yang sama pada anak dan istrinya. Menurutnya; para dokter tidak mampu menyembuhkan semua jenis penyakit. Jadi, jika operasi tidak benar-benar dibutuhkan, sebaiknya lakukan metode penyembuhan lain, seperti terapi hewan atau musik.

6. Pilihlah tangga ketimbang lift dan bawa barang belanjaanmu sendiri. "Ketika saya menaiki tangga, saya selalu melompati dua anak tangga sekaligus dalam satu pijakan. Cara ini melatih otot-otot kaki. Saya mencoba untuk berjalan antara 2.000 hingga 2.500 langkah setiap hari."

7. Rasa sakit adalah hal yang sangat misterius. Cara terbaik untuk mencegah atau menghilangkan rasa sakit adalah dengan menyingkirkannya. Sesederhana itu? Ya, lakukan hal-hal yang meyenangkan. Kita sering mengabaikan kekuatan "otak" dan tidak tahu bagaimana menggunakannya dengan benar. "Gunakan otak Anda!" tegasnya.

8. Jangan khawatir! Mengkhawatirkan sesuatu tidak dapat menyesaikan masalah. Apalagi jika itu berkaitan hal-hal yang bersifat materil, seperti uang, rumah, pakaian yang kamu pakai, atau mobil yang ingin kamu miliki. Ingatlah, ketika kamu mati, benda-benda tersebut tidak kamu bawa.

9. Sains tidak menyembuhkan seseorang. Harus selalu diingat, bahwa setiap orang itu berbeda. Namun biasanya sains memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Contohnya, dengan resep obat yang sama dan jenis penyakit yang sama, ternyata proses penyembuhannya berbeda.

10. Temukan orang yang menjadi panutan hidupmu. Setiap orang pasti memiliki sosok idola atau yang menginspirasi hidupnya. Carilah seseorang yang dapat kamu contoh. Entah itu ayahmu, artis terkenal, atau siapa pun itu.

11. Hidup penuh dengan insiden dan kesempatan. "Pada Maret 1970, saat berusia 59 tahun, saya liburan dari Tokyo ke Fukuoka. Pesawat yang saya tumpangi dibajak oleh partai komunis Jepang. Saya harus menghabiskan empat hari terikat kursi, dengan suhu 40 derajat celcius. Dan saya melihat ini sebagai percobaan. Namu saya teringat bahwa saya adalah seorang dokter. Rasanya cukup menakjubkan melihat cara organisme manusia bereaksi menghadapi krisis."

12. Menyenangkan punya umur panjang. Dr Shigeaki Hinohara mendedikasikan hampir seluruh hidupnya di bidang sosial. Meski berusia 103 tahun, dia mengaku mampu bekerja selam 18 jam sehari selama seminggu penuh. "Dan saya sangat menikmati setiap menit

Rabu, 25 November 2015

Pornografi


Dibaca deh ini hasil seminar ibu elly risman di kemang village... Catatan penting bagi para orang tua dan guru, dari seminarnya Bunda Elly Risman, dari Yayasan Buah Hati.

Seks & Perilaku Pelajar Zaman Sekarang

Sebelum Anda membaca renungan kali ini, sebaiknya saya mengingatkan:

Warning: Bumpy Road Ahead! 

Awas : Jalan bergelombang di depan !

Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini mungkin tidak akan mudah diterima oleh hati karena isinya yang mengejutkan sekaligus menyedihkan.

Saya (yang menshare kisah ini-red) mendapatkannya dari seorang kawan yang mengikuti seminar dengan pembicara Ibu Elly Risman, M.Psi dari Yayasan Buah Hati.

Meskipun cukup panjang, tapi isinya perlu diketahui oleh semua orang tua yang peduli pada anak-anaknya, agar kita semua aware akan apa yang terjadi di sekitar kita.

Dan selanjutnya, kita bisa mengambil langkah preventif agar kejadian yang sama tidak menimpa buah hati kita tercinta.

Kuatkan hati Anda dan silakan menyimak catatan dan sharing yang berharga dari kawan saya:
________________________

Dari Seminar 30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta.
Pembicara: Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Inilah isi Sharing kisah dari salah satu peserta seminar tersebut:

Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang dengan bahasa membingungkan yang kini disebut bahasa ‘alay.

Mungkin Anda berpikir, alaaah…SMS alay kan bisa dibaca, meskipun bikin mata dan otak kerja keras dulu untuk tahu maksudnya. But NO! Tidak satu pun dalam ruangan itu yang bisa membaca SMS di layar.

Ternyata SMS itu harus dibaca harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)!

Dan –siap-siap kaget-- isinya adalah:
”Hai, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML (Making Love, alias bersetubuh-red), Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...”

Seisi ruangan seminar langsung heboh.

Pembicara pun menjelaskan, “SMS sayang-sayangan anak sekarang sudah bukan lagi ‘I love you’ atau ‘I miss you’, tapi ‘Udah lama GA ML (making love-Red)’.

Ini baru awal seminar, tapi mata semua peserta sudah melotot lebar.
Selanjutnya, pembicara menegaskan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Banyak isi media elektronik dan cetak yang bisa diakses anak-anak, namun sebenarnya mengandung unsur pornografi.

Pornografi bisa ‘mendatangi’ anak-anak kita melalui games, internet, ponsel, TV, DVD, komik maupun majalah:

• Games. Berdasarkan penelitian, games pada abad ke-21 menampilkan gambar yang lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja yang tak ada di dunia nyata. Games juga menuntut keterampilan lebih kompleks dan kecekatan lebih tinggi. Ini semua memberikan tingkat kepuasan dan kecanduan yang lebih besar.

Catatan dari pembicara:

Super hati-hati dengan games anak-anak Anda!

a. Ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jika anak kita berhasil mencapai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan PSK.

b. Ada games berjenis role playing yang inti permainannya adalah tentang bagaimana ‘memperkosa paling asyik’! Anak bisa memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana—lalu tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali. Cursor berbentuk tangan yang digerakkan oleh anak-anak kita.

Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi. Gumaman ‘astagfirrullah’ bertebaran di ruangan.

Untuk menghindarinya, pikir baik-baik jika Anda ingin membelikan games untuk anak dan bila anak membeli games sendiri atau meminjam games dari teman. Hati-hati jika di depan sekolah anak-anak atau di sekitar lingkungannya ada warnet! Jenis games yang ada sangat murah dan gampang didapat. Jenisnya sudah di luar perkiraan kita!

• Internet. Situs porno bertebaran di dunia maya. Jangan salah, pembuatnya terkadang anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video seks mereka sendiri!.

Kami ditunjukkan ribuan video seks yang gampang diperoleh lewat internet.

Catatan dari pembicara:

a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –> Kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil? Siapa takut? –> Bisa aborsi!

• Ponsel. Video-video seks tersebar dengan mudah melalui ponsel. Kapasitas ponsel yang besar memungkinkan si pemilik menyimpan file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak Anda bersih? Bisa jadi dia medapat kiriman gambar/video dari temannya!
Pembicara kami, Ibu Elly, pernah didatangi seorang ibu yang syok karena menemukan gambar vagina seseorang di BB-nya. Setelah ditelusuri, itu milik temen sekolah (perempuan) putranya, yang sering meminjam BB beliau!

• Televisi. Program TV yang masih pantas ditonton bisa dihitung dengan satu tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Jangan salah, iklan pun bisa menyesatkan. Selain itu, jangan anggap enteng sinteron/film Korea/Jepang! Lama-lama anak bisa ‘tercuci otak’ dan terbiasa dengan kekerasan atau seks bebas!

• Komik. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ada komik-komik tertentu yang tidak kalah ‘seram’ dari novel porno. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan bisa jadi tidak menyiratkan kepornoan apa pun. Tapi di dalamnya, ujung ceritanya ternyata tentang seks bebas.
Dari survei yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dan DVD yang masuk dalam kategori ‘bahaya’adalah NAR***. Hati-hati!

Apa tujuan semua ini? Apa yang ‘mereka’ inginkan dari anak-anak kita?

1. Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki mental model porno.

2. Agar anak-anak kita mengalami kerusakan otak permanen, yang hasil akhir yang diincar adalah incest!

3. Sasaran tembak utama adalah anak-anak yang belum baligh. Jika anak-anak ini sudah mengalami 33--36 ejakulasi, mereka akan menjadi pecandu pornografi. Merekalah pasar masa depan bagi industri pornografi: Perfilman, majalah, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games.
Proses kecanduan dan akibatnya:

1. Di dalam otak ada bagian yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). PFC adalah tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, rasa bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi dan pengambilan keputusan. PFC akan matang pada usia 25 tahun.

2. Sekali anak mencoba kenikmatan semu, maka ia akan kebanjiran hormon dopamin (hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus). Akibatnya ia akan merasa senang, tapi kemudian dalam hatinya timbul perasaan bersalah.

3. Saat anak merasa senang (kebanjiran dopamin), ia akan terganggu dalam: Membuat analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, dan hati nurani. Akibatnya, spiritualitas atau imannya akan terkikis. Anak pun ‘tumbang, memilliki mental model porno yang bisa saja berujung pada incest!

4. Narkoba ‘hanya’ akan merusak tiga bagian otak , tetapi pornografi/seks akan merusak lima bagian!

Kelalaian kita sebagai orang tua:
• Selama ini telah terjadi kesalahan budaya karena ada pemahaman bahwa yang mengasuh anak hanya ibu. Ayah mencari nafkah saja. Bila memang perlu, baru lapor ayah. Ini salah besar. Keluarga Indonesia memerlukan revolusi pengasuhan!

• Orang tua kurang menghabiskan waktu dengan anak dan hanya menjadi weekend parent. Anak diikutkan les sana sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya ‘Bagaimana les-nya tadi? Nilaimu berapa, Nak? Kamu nggak bolos, kan?Kamu bisa ngerjain ujian hari ini?’ Akibatnya, anak-anak menjadi BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stressed!)

• Orang tua merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Penerapannya? Nol besar! Orang tua menyuruh anak salat tepat waktu, sementara orang tua salatnya bolong-bolong. Orang tua berbaju tertutup, tapi anaknya main ke mal hanya memakai rok mini dan tanktop. Anak disuruh les mengaji padahal orang tuanya tidak bisa mengaji!

• Orang tua terkadang hanyut dalam tren. Melihat teman-teman anak di sekolah punya iPod, anak buru-buru dibelikan iPod juga. Orang tua malu karena anaknya hanya punya ponsel jadul yang cuma bisa SMS dan telepon? Anak pun dibelikan BB paling mutakhir.

• Orang tua bisanya memfasilitasi anak dengan gadget terkini, tapi gagap teknologi alias gaptek. Buktinya, baca SMS alay saja nggak bisa! Bagaimana mau mengawasi anak? Karena itu, jadi orang tua harus gaul dan pintar.

• Orang tua membelikan anak gadget/perangkat teknologi tanpa tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan untuk anak.

• Orang tua sekarang adalah generasi orang tua yang abai, generasi orang tua yang pingsan! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah depan komputer, games, ponsel dan TV. Yakin, anak Anda aman?

• Orang tua jarang bisa berkomunikasi secara baik dan benar dengan anak, tidak memahami perasaan anak dan remaja.

Menjadikan anak tangguh di era digital:

1. Hadirkan Tuhan di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Tuhan dan taat kepadaNya sejak kecil. Hindari ucapan, ‘Jangan sampai kamu hamil ya! Bikin malu keluarga! Bapak Ibu malu!’ Ini salah besar. Ajarkan bahwa di manapun dia berada, Tuhan tahu apa yang dia perbuat.

2. Perbaiki pola pengasuhan. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi orang tua yang abai dan pingsan.

3. Anak perlu mendapat validasi, yaitu ‘penerimaan, pengakuan dan pujian’. Jangan jadikan anak Anda BLASTED alias Boring –> Lazy –> Stressed!

4. Bimbing anak agar bisa mandiri dan bertanggung jawab pada Tuhan, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.

Kiat menangkal pengaruh negatif yang datang melalui:
1. KOMIK
• Cek bacaan anak.
• Baca dulu sebelum membeli.
• Secara berkala, periksa meja belajar/lemari/kolong
tempat tidur anak. Ingat, jangan sampai ketahuan anak!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan.
• Diskusikan bacaan dengan anak.

2. GAMES

• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah.
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa kali dalam seminggu boleh bermain games.
o Kapan waktu yang tepat untuk main.
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan jika melanggar

• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating games dalam kemasan games.

Banyak video games memiliki rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak oleh ESRB (Entertainment Software Rating Board -- lembaga pemberi rating untuk games hiburan) lalu diubah rating-nya menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dan banyak lagi.

Catatan:
Maraknya games kekerasan yang menampilkan adegan seksual di tengah-tengah permainan seperti ‘GTA: San Andreas’ dan ‘Mass Effect’ mendapat kecaman keras dari banyak kalangan seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton. Hal ini memaksa produsennya mengganti rating ESRB-nya menjadi AO (awalnya M <Mature>) dan mengakibatkan profit perusahaannya turun hingga $28.8 juta.

Salah satu peristiwa tragis yang dipicu oleh games kekerasan terjadi pada 20 Oktober 2003. Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh dua remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian itu, Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

3. TV

• Atur jam menonton TV
o No TV di bawah umur 2 tahun.
o Anak 5--7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan tentang program TV yang baik dan buruk.

4. INTERNET

• Perhatikan letak komputer. Jangan pasang komputer menghadap dinding.
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat kesepakatan tentang waktu bermain internet.
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di komputer.

Ikhtiar terakhir orang tua:

1. Perbanyak mendengarkan perasaan. Gunakan dua telinga lebih sering daripada satu mulut.

2. Orang tua harus TTS (tegas, tegar, sabar).

3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan melalui seminar, pelatihan, buku parenting dan ilmu agama)

4. Setelah semua upaya —> DOA
Bv cg
Jujur, ketika saya mengikuti seminar ini, beberapa kali saya menitikkan airmata. Betapa saya merinding hebat dan ingin segera pulang memeluk anak-anak saya.

Semoga kita tidak termasuk jenis orang tua yang pingsan dan abai.
Semoga anak-anak kita menjadi orang saleh yang selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Note:

Terimakasih kepada ayah/bunda yang telah berkenan menuliskan hasil seminar ini untuk bisa di ketahui oleh lebih banyak orang tua dan guru.

Semoga Bermanfaat..

Senin, 23 November 2015

Yg mau dpt tips utk dpt LPDP scholarships :

Berikut saya cuplikkan tulisan Pak Lukito Edi Nugroho (Pewawancara LPDP, Dosen Teknik UGM), yang sekiranya bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Salam sukses.

***

Anda Memang Pintar, Tapi...

Dalam tiga hari kemarin saya kembali berkesempatan mewawancarai pelamar beasiswa LPDP di Jakarta. Ini kali yang kedua saya mewawancarai mereka, setelah di Kupang beberapa bulan yang lalu. Ada perbedaan besar antara karakteristik pelamar di Jakarta dan Kupang. Exposure terhadap informasi, pengetahuan terhadap isu-isu kekinian, dan “mimpi” pelamar di Jakarta rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan pelamar di Kupang. Cara menilai diri dan menyampaikan keinginan juga berbeda, dan hal inilah yang ingin saya tulis kali ini.

Pelamar di Jakarta, dengan latarbelakang dari perguruan-perguruan tinggi terkenal, punya “mimpi” yang tinggi. Ekspresi mereka kira-kira seperti ini: “Saya punya kemampuan akademik tinggi, saya layak untuk bersekolah di Eropa, Australia, atau Amerika, dan dengan bekal pendidikan itu, saya akan membangun Indonesia!”. Self-esteem mereka tinggi, dan dengan nilai tinggi tersebut, mereka juga memasang target yang tinggi.

Bagus. Anak-anak sekarang memang harus didorong untuk melompat setinggi mungkin, lalu kembali untuk memberikan kontribusi bagi bangsa ini. Sayangnya, saya melihat ada yang kurang…

Saya sulit menjelaskannya dengan singkat tentang apa yang kurang tersebut, tetapi intinya antara self-esteem yang tinggi dengan apa yang kelak akan dikontribusikan seperti ada gap. Tidak nyambung. Beberapa pelamar yang bisa dengan lancar menceritakan rencana studinya, tapi mereka kesulitan untuk merangkai cerita itu dengan penjelasan yang logis tentang bagaimana mereka kelak dapat berkontribusi. Contoh: ada yang ingin belajar tentang renewable energy (RE) dan kelak ingin berkontribusi membangun infrastruktur RE untuk melistriki Indonesia bagian timur. Ketika ditanya caranya bagaimana, dia bilang dia akan membuat perusahaan RE dan membangun pembangkit-pembangkit mikrohidro di sungai-sungai di pedalaman Papua dan Maluku, lalu dengan itu dia bisa melistriki desa-desa. Oh come on boys…sebaiknya kalian turun ke bumi dan melihat realitas yg ada.

Inti pembicaraan saya adalah, self-esteem tinggi yang tidak diikuti dengan kontekstualisasi hanyalah asesoris tak bermakna. Potensi yang dimiliki seseorang hanyalah bernilai dan bermakna ketika menemukan saluran yang pas: bagaimana potensi itu bisa membawa kebaikan bagi lingkungannya. Meski anda pandai, tapi kalau tidak bisa bermanfaat, ya hanya cocok untuk jadi asesoris pajangan saja… :D

Dan di sinilah poin yang paling penting: kontekstualisasi potensi hanya bisa dilakukan dengan kerendahan hati (humble). Kerendahan hati diperlukan untuk bisa melihat potret lingkungan sekitar dengan jernih dan mengidentifikasi apa yang mereka perlukan. Kerendahan hati akan menumbuhkan empati dan pemahaman terhadap lingkungan, dan dari sini baru kemudian bisa lahir solusi-solusi yang masuk akal, realistis, dan implementable. Tanpa kerendahan hati, yang ada hanyalah “aku”, perspektifnya adalah “sudut pandangku”. Dari fokus yang keliru, bagaimana bisa muncul solusi yang efektif?

Kepercayaan diri yang berlebihan (overconfidence) juga tidak baik, karena itu bisa “membutakan” dan membuat tidak mampu menerima saran yang baik. Dalam interview, kadang pewawancara melihat bahwa keahlian yang akan dipelajari sebenarnya tersedia di dalam negeri, tetapi pelamar ngotot untuk ingin bersekolah di luar negeri meskipun sudah diberi pengertian. Mau belajar manajemen teknologi tepat guna kok sampai ke Oxford, Inggris. Pewawancara sebenarnya oke-oke saja jika memang ada argumentasi yang solid untuk kengototan itu, tetapi kalau ngototnya semata didasari oleh kepercayaan diri bahwa “saya layak sekolah di LN” atau hanya dengan alasan “dengan sekolah di LN saya akan mendapatkan wawasan baru”, itu yang tidak bisa diterima. Ingat ya mas dan mbak, beasiswa LPDP itu berasal dari duit rakyat.

Jadi bagi para generasi muda yang akan melamar beasiswa, rendahkan hati anda. Lihatlah problem-problem di sekitar anda, lalu refleksikan ke dalam diri dan bertanyalah, apa yang bisa anda lakukan. Selanjutnya, buatlah rencana yang logis dan realistis. Memang, kalian pasti belum bisa membuat rencana yang rinci dan lengkap dengan segala kompleksitasnya, tetapi menempatkan diri kalian beserta potensi yang kalian bawa pada konteks permasalahan, lalu berikan yang terbaik yang kalian miliki, itu sudah cukup. Kami bisa kok, melihat dan menghargai usaha seperti itu. Kembali ke contoh di atas, setelah kalian balik dari luar negeri membawa ilmu tentang manajemen RE, ceritakan saja bahwa kalian akan bergabung dengan LSM yang bergerak di bidang energi untuk rakyat dan bersama-sama dengan mereka mencari cara yg lebih baik untuk memberikan akses listrik yang lebih baik bagi masyarakat. Sesederhana itu saja sudah cukup bagi kami untuk bisa melihat bagaimana kelak anda akan berkontribusi.

Intinya, LPDP tidak mencari sosok-sosok muda yang pintar saja. Yang dicari LPDP adalah insan muda yang pintar dan mampu menggunakan kepintarannya untuk membantu bangsa ini.

Satu hal lagi. LPDP juga perlu diyakinkan bahwa pelamar memang benar-benar tulus dan serius dalam menyiapkan kontribusinya. Urusan meyakinkan ini juga tidak mudah, karena memerlukan bukti, sementara kontribusi baru akan terjadi pada masa yang akan datang. Dalam kondisi seperti ini, yang kemudian dilihat adalah track record, konsistensi pola, dan gesture.

Kalau bilangnya kelak ingin membangun sarana kelistrikan bagi masyarakat pedesaan tapi tidak punya pengalaman dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, ya jelas sulit bagi siapapun untuk percaya. Kalau inginnya menjadi dosen tetapi saat wawancara menunjukkan pola-pola komunikasi yang tertutup, ya jelas orang akan meragukannya. Dan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi bicara kadang juga bisa menunjukkan ketulusan dan keseriusan seseorang.

Jadi sebenarnya studi lanjut (apalagi dibiayai beasiswa) itu adalah sebuah kegiatan yang seharusnya dirancang sebagai bagian dari perjalanan hidup. Studi lanjut bukanlah kegiatan sambilan atau sesuatu yang bisa dilakukan mumpung ada kesempatan. Ia perlu disiapkan. Ia perlu didukung oleh pola-pola kegiatan sebelumnya yang konsisten. Dan ia perlu ditindaklanjuti dengan kontribusi nyata bagi bangsa.

Jangan sampai LPDP menganggap pelamar memandang beasiswa sebagai kesempatan untuk “unpaid leave” atau “jalan-jalan gratis”. Jika seperti ini niatnya, percayalah, studi lanjutnya tidak akan berkah, karena beasiswa LPDP hakikatnya adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia.

Jumat, 13 November 2015

Saat SUAMI bereaksi atas "foto seksi" ISTRI
Kisah INSPIRATIF ini datang dari seorang Fotografer dan kliennya.

Shutterstock
Victoria Caroline Haltom adalah fotografer yang menekuni foto perempuan dalam balutan busana seksi. Lewat Victoria Caroline Boudoir, banyak perempuan menggunakan jasanya. Termasuk seorang ibu rumah tangga dari Texas.

Sebut saja namanya A. Usianya 40-an. Menurut Haltom, A ingin memberikan foto-foto dirinya sebagai hadiah untuk sang suami.Ibarat masakan,  pernikahannya mulai terasa agak hambar. Karenanya sedikit bumbu tambahan diperlukan.

Setelah pemotretan A berpesan pada Haltom agar mengedit fotonya supaya terlihat sempurna. "A melihat mataku sambil berkata 'Aku ingin kau mengedit semua selulit, stretch mark, lemak, dan kerutan. Hilangkan semua. Aku ingin merasa cantik'."

Cerita Haltom itu dilansir Pop Sugar. Ini bukan pertama kalinya Haltom mendapat permintaan serupa. Jadi Haltom setuju melakukannya. A lalu memberikan foto-foto yg sdh di-edit tersebut sebagai hadiah Natal kepada suaminya.

Tak lama kemudian, Haltom mendapat surel (email) dari suami A.
Atas sepengetahuan pasangan tersebut, Haltom membagikan isi surat tersebut melalui akun Facebooknya. Isinya sangat INSPIRATIF. Begini isi surat tersebut :

Saat saya membuka album yang diberikannya, hati ini seolah tenggelam. Foto-foto itu bagus, jelas sekali Anda seorang fotografer berbakat.

Tapi itu bukan istri saya. Anda menghilangkan seluruh "cacat"-nya. Saya tahu, Anda melakukan ini atas permintaannya, namun ini sama saja dengan menghilangkan hidup yang kami lewati bersama.

Saat Anda menghapus stretch mark, Anda melenyapkan dokumentasi anak-anak kami. Saat Anda menghapus kerut di wajahnya, hilang sudah dua dekade yang kami lalui dengan tawa juga khawatir. Ketika Anda menghapus selulitnya, Anda menghilangkan hobi memasak, dan makanan enak yang kami santap bersama.

Saya tidak menulis ini untuk membuat Anda merasa bersalah. Saya menulis ini untuk berterima kasih.

Foto-foto ini menyadarkan bahwa saya tak cukup memujinya, mengatakan betapa saya mencintai istri saya apa adanya. Begitu jarangnya sampai ia berpikir foto yang di-edit ini adalah gambaran dirinya yang saya suka. Saya harus berusaha lebih baik lagi, mencintainya dengan segala ketidaksempurnaan yang ia miliki.

Terima kasih atas pengingatnya.

Usai membaca surat tersebut, Haltom berurai air mata. Ia memendam rasa bersalah 6 bulan lamanya sebelum memutuskan untuk membagikan kisah INSPIRATIF ini.

Dilansir Buzzfeed, sejak saat itu, Haltom tak mau lagi meng-edit total foto klien. "Ternyata perempuan cukup meng-apresiasi fakta bahwa saya dapat menerima mereka apa adanya," ujar Haltom.

Layaknya koin memiliki dua sisi. Ada juga yang menganggap kisah yang dibagikan Haltom hanya upaya publikasi belaka. Haltom menilai itu justru menunjukkan betapa pentingnya pesan dari kisah tersebut baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Semoga kisah ini bisa meng-inspirasi ibu-ibu untuk selalu bersahaja dan berjalan apa adanya. Dan suami suami bisa menghargai apa yang dikorbankan istri slama menjadi istri dan ibu anak anaknya.

Rabu, 11 November 2015

NILAI SEBUAH BAJU BEKAS DAN  SEORANG MANUSIA

Dia berkulit hitam, lahir pada tahun 1963 di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Sejak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, jadi ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depan.

Tahun itu, ia sudah berusia tiga belas tahun ketika ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya:

“Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Ia menjawab: “Mungkin USD 1.”
“Bisakah dijual seharga USD 2? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”
Ia menganggukkan kepalanya: “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Ia dengan hati-hati mencuci pakaian sampai bersih, karena tidak ada setrika untuk dipergunakan, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, ia membawa pakaian itu ke stasiun kereta bawah tanah yang ramai, setelah berusaha menawarkannya selama lebih dari enam jam, akhirnya ia berhasil menjual pakaian ini. Ia memegang lembaran uang kertas USD 2 dan berlari pulang ke rumah.

Setelah itu, setiap hari ia suka mencari pakaian bekas di tumpukan sampah, yang mana sesudah dirapikan kemudian dijual tempat keramaian, lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya: “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini sampai harga USD 20?”

Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling banyak nilainya hanya USD 2.
Ayahnya memberikan inspirasi: “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, ia mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan kepada sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan seekor Donal Bebek yang lucu dan seekor Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu, ia lalu berusaha menjualnya di hadapan satu sekolah anak orang kaya, tak lama kemudian ada seorang pengurus rumah tangga yang datang ke sekolah dengan mengemudikan mobil untuk menjemput tuan kecilnya, pengurus rumah tangga ini membelikan pakaian ini untuk tuan kecilnya, anak berusia sepuluhan tahun ini sangat senang pada pakaian ini dan memberikan uang tip USD 5 kepadanya.

USD 25 ini tidak diragukan lagi adalah jumlah yang besar baginya, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya:

“Apakah engkau mampu menjualnya dengan harga USD 200?” . Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini ia menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun, dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farrah Fawcett datang ke New York untuk melakukan publisitas, sehabis konferensi pers, ia pun menerobos penjagaan pihak keamanan untuk mencapai sisi Farrah Fawcett dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan di pakaian bekasnya.Ketika Farrah Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu. Ia pun berteriak dengan sangat gembira:

“Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditanda tangani oleh Miss Farrah Fawcett, harganya jualnya USD 200!”

Setelah lelang di lapangan, ada seorang pengusaha yang membelinya dengan harga USD 1.200.

Sekembalinya ke rumah, mereka sekeluarga pun tidak tertahankan untuk berteriak gembira.Ayahnya meneteskan air mata dengan terharu: “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam ini, ia tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki.
Ayahnya bertanya: “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian ini, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Ia menjawab dengan rasa haru: “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala: “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah, ayah hanya ingin memberitahukanmu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”
Seketika, dalam pikirannya seakan ada matahari yang terbit, bahkan sehelai pakaian bekas juga bisa ditingkatkan harkatnya, jadi apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak itu, ia belajar dengan lebih giat dan menjalani latihan dengan lebih keras, ia merasa penuh harapan terhadap masa depan, dua puluh tahun kemudian, namanya terkenal sampai ke seluruh pelosok dunia. Ia adalah Michael Jordan pebasket NBA yang melegenda.

Berikut adalah salah satu kutipan Michael Jordan, “I can accept failure, everyone fails at something. But I can’t accept not trying. (Saya dapat menerima kegagalan, setiap orang pernah gagal. Tapi, saya tak dapat menerima untuk tidak mencoba)“

__________________________________________
Note :  Tidak ada alasan untuk meremehkan diri sendiri, cobalah untuk menghargai segala potensi yang anda punya. Setiap manusia membutuhkan manusia lainnya untuk menjadi bentuk yang sempurna. Karena potensi setiap orang sangatlah unik dan berbeda.  Jadi masihkan anda menilai diri sendiri sebagai mahluk tak berdaya, lemah, selalu gagal dan tak bisa apa-apa? Come On Sist and Bro... wake up.  Jika kita tidak menghargai diri sendiri apa jadinya orang lain menilai anda??

Jumat, 06 November 2015

I have always loved this story about what real wealth is all about
A little story about a Mexican  fisherman illustrates success in a simple life well lived.

A Little Story
The businessman  was at the pier of a small coastal Mexican village when a small boat with just  one fisherman docked. Inside the small boat were several large yellowfin tuna.  The businessman complimented the Mexican on the quality of his fish and asked  how long it took to catch them. The Mexican replied only a little  while.

The businessman then asked why he didn't stay out longer and catch  more fish? The Mexican said he had enough to support his family's immediate  needs. The businessman then asked, but what do you do with the rest of your  time? The Mexican fisherman said, "I sleep late, fish a little, play with my  children, take a siesta with my wife, Maria, stroll into the village each  evening where I sip wine and play guitar with my amigos; I have a full and busy  life, señor."
The  businessman scoffed, "I am a Harvard MBA and I could help you. You should spend  more time fishing and with the proceeds buy a bigger boat. With the proceeds  from the bigger boat you could buy several boats; eventually you would have a  fleet of fishing boats. Instead of selling your catch to a middleman, you would  sell directly to the processor and eventually open your own cannery. You would  control the product, processing and distribution. You would need to leave this  small coastal fishing village and move to Mexico City, then LA and eventually  New York City where you would run your expanding enterprise."
The Mexican  fisherman asked, "But señor, how long will this all take?" To which the  businessman replied, "15-20 years." "But what then, señor?" The businessman  laughed and said, "That's the best part! When the time is right you would  announce an IPO and sell your company stock to the public and become very rich.  You would make millions." "Millions, señor? Then what?" The businessman said,  "Then you would retire. Move to a small coastal fishing village where you would  sleep late, fish a little, play with your kids, take a siesta with your wife,  stroll to the village in the evenings where you could sip wine and play your  guitar with your amigos."

The fisherman, still smiling, looked up and  said, "Isn't that what I'm doing right now?"

-Author Unknown

Ayah

:: Ayah ::

Saat umur 4 th: "Ayahku adalah orang yang paling hebat."

Saat umur 6 th: "Ayahku tahu semua orang."

Saat umur 10 th: "Ayahku istimewa, tapi cepet marah."

Saat umur 12 th: "Ayahku dulu penyayang, ketika aku masih kecil."

Saat umur 14 th: "Ayahku mulai lebih sensitif."

Saat umur 16 th: "Ayahku tidak mungkin mengikuti zaman ini."

Saat umur 18 th: "Ayahku seiring berjalannya waktu akan menjadi lebih susah."

Saat umur 20 th: "Sulit sekali aku memaafkan ayahku, aku heran bagaimana ibuku bisa tahan hidup dengannya."

Saat umur 25 th: "Ayahku menentang semua yang ingin ku lakukan."

Saat umur 30 th: "Susah sekali aku setuju dengan ayah, mungkin saja kakekku dulu capek ketika ayahku muda."

Saat umur 40 th: "Ayahku telah mendidikku dalam kehidupan ini dengan banyak aturan, dan aku harus melakukan hal yang sama."

Saat umur 45 th: "Aku bingung, bagaimana ayahku dulu mampu mendidik kami semua?"

Saat umur 50 th: "Memang susah mengatur anak-anak, bagaimana capeknya ayahku dulu dalam mendidik kita dan menjaga kita?"

Saat umur 55 th: "Ayahku dulu punya pandangan yang jauh, dan telah merencanakan banyak hal untuk kita, ayah memang orang yang istimewa dan penyayang."

Saat umur 60 th: "Ayahku adalah orang yang paling hebat."

Lingkaran perjalanan ini menghabiskan waktu 56 tahun untuk kembali ke titik semula di usia 4 th, saat kukatakan "Ayahku adalah orang yang paling hebat."

Maka hendaklah kita berbakti kepada orangtua kita sebelum kesempatan itu hilang dan hendaklah kita berdoa kepada Allah swt agar menjadikan anak-anak kita lebih baik dalam bermu'amalah dengan kita melebihi mu'amalah kita dengan orang tua kita.

Semoga kita selalu dalam lingkaran kebaikan..

Rabu, 28 Oktober 2015

i-Doser, Tak Terbukti Timbulkan Adiksi

Kamis, 15 Oktober 2015 | 20:15 WIB

KOMPAS.com - Sebuah produk musik binaural atau yang dikenal dengan i-doser sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, produk musik ini memunculkan kekhawatiran memiliki efek serupa dengan narkotika, yang menyebabkan ketagihan, terutama i-doser dengan nama-nama narkotika seperti i-Doser coccain, i-Doser heroin, Helium, Zero Gravity, Free Falling, Trip Mind of Journey,danEcstasy Uncontrollable.

 

Tak sedikit orangtua yang mulai khawatir dengan ramainya i-Doser ini. Apalagi, berbeda dengan narkotika pada umumnya yang sulit didapat, i-Doser bisa diperoleh dengan sangat mudah. Pasangheadphones, unduh i-Doser di website, lalu dengarkan irama tersebut dengan rileks sampai selesai di tempat yang tenang. Untuk menikmati i-Doser ini, pendengar diminta menggunakanheadphones berkualitas bagus, karena suara di telinga kanan dan kiri akan berbeda.

 

Lalu, bagaimana cara kerjanya? Bernarkah berbahaya?

Dr. Helane Wahbeh, asisten profesor Oregon Health and Science University menjelaskan, bahwa suara yang disebut ketukan binaural dikirimkan ke suaraheadphones, yang kemudian dapat menciptakan pengalaman berbeda.

 

Ia menjelaskannya sebagai berikut: “Ketukan Binaural terjadi ketika kedua telinga menerima dua gelombang suara berbeda. Normalnya, perbedaan suara antara setiap telinga membantu seseorang mendapatkan informasi langsung tentang sumber suara. Tapi, ketika Anda mendengarkan suara ini dengan stereo headphones, pendengar akan merasakan perbedaan antara dua frekuensi sebagai ketukan berbeda, sehingga seakan suara tersebut muncul dari dalam kepala.”

 

Terdengar menarik memang, tapi ini takkan membuat pendengarnya “melayang”. “ Kami melakukan kontrol studi dengan empat orang, dan kami tidak melihat adanya aktivitas gelombang otak bergeser sesuai ketukan binaural yang didengarkan oleh orang-orang,” jelasnya.

 

Menurut Sekretaris Jenderal Masyarakat Neurosains Indonesia Taufiq Pasiak, bagian otak yang bertanggung jawab pada munculnya kebergantungan atau adiksi disebut nucleus accumbens yang mengatur fungsi kognitif. "Nucleus accumbens letaknya di tengah otak bagian bawah. Saya rasa akan susah dicapai oleh gelombang suara saja," ujarnya.

 

Secara teoritis, menurut Taufiq, zat yang masuk ke dalam tubuh dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntik akan memberikan efek jauh lebih intens ketimbang suara, karena ada zat kimia yang dilepas dan berikat dengan zat kimia lain di otak. Dia belum pernah menemukan referensi ilmiah yang menyebut kaitan suara dengan kebergantungan kepada seseorang.

 

Contohnya adalah musik. Mereka yang mendengar tidak akan ketagihan meski sang penyanyi adalah idolanya. Berbeda dengan adiksi lainnya, seperti makanan, alkohol, obat-obatan, atau seks.

 

Efek sugesti diri

Dosen Sinyal dan Audio Fakultas Teknik Elektro Universitas Kristen Satya Wacana, Matias HW Budhianto, juga menegaskan bahwa gelombang suara pada frekuensi tertentu memang bisa memengaruhi otak, seperti menimbulkan rasa tenang, tetapi itu tidak lepas dari pengguna sendiri yang menyugesti dirinya sendiri sewaktu mendengarkan musik itu. Hanya saja, efeknya tidak akan berlangsung lama.

 

"Kalau kita mendengarkan musik lantas rileks, jika diteruskan mungkin akan tertidur saja," kata Matias.

 

Seiring dengan itu, praktisi hipnoterapi dan metafisika, Inunk Nastiti, mengatakan, dirinya pernah mendampingi penelitian di sebuah klinik gigi di Yogyakarta dan mendapati bahwa musik klasik karya Mozart yang diputar di ruang tunggu terbukti mampu membuat pasien lebih rileks dan mengurangi kecemasan.

 

"Semua tergantung pada sugestibilitas atau seberapa mudah orang menerima sugesti. Hipnoterapi apa pun hanya bisa dilakukan apabila orang tersebut mau menerima sugesti," katanya.

 

Ia sepakat dengan para praktisi hipnoterapi, bahwa irama binaural yang marak dibicarakan itu bukanlah narkoba digital.

Generasi Wacana

oleh Rhenald Kasali

Saya sering kasihan melihat anak-anak muda yang makin pintar tetapi hidupnya galau. Penyebabnya beragam. Misalnya, karena hal sepele saja. Belum lagi tamat SMA, mereka sudah dikejar-kejar orang tuanya, "Mau kuliah di mana? Swasta atau negeri?"

Bahkan, sampai menjelang lulus SMA sekalipun, masih banyak yang bingung mau kuliah di mana dan jurusan apa? Jangan heran kalau banyak yang salah jurusan.

Bahkan, sarjana nuklir pun berkarir di bank, sarjana pertanian jadi wartawan, dan seterusnya. Susah-susah kuliah di fakultas kedokteran, namun begitu lulus maunya jadi motivator.

Karena sejak awal sudah galau, setelah lulus tetap galau. Generasi ini pada gilirannya bermetamorfosis menjadi generasi wacana. Jadi, karena dulu selalu galau, setelah lulus hanya mampu berwacana. Ribut melulu. Paling jauh cuma bisa berbuat heboh di media sosial, membuat meme, tetapi tidak berani bertindak. Apalagi menggambil keputusan.

SUARANYA LANTANG

Indikatornya simpel. Kita bisa dengan mudah menemukan mereka dimana-mana. Contohnya begini. Ada dahan yang patah dan menghalangi jalan. Lalu lintas pun jadi macet. Apa yang dilakukan generasi wacana? Dengan gadgetnya, mereka memotret dahan itu. Juga memotret kemacetan yang terjadi. Lalu, mengunggahnya ke media sosial, tentu disertai dengan komentar. Isinya kritik. "Dimana dinas pertamanan kita? Ada dahan yang tumbang kok didiamkan!" Lalu, ketika hasil unggahannya dikomentari banyak orang, senangnya bukan main.

Begitulah potret generasi wacana. Padahal, kalau mau membantu, dia bisa menyingkirkan dahan tersebut dari jalan. Tidak hanya berwacana. Begitulah kita juga saksikan sikap mereka terhadap asap. Itu hanya satu contoh. Contoh lainnya ada dimana-mana.

Sebagian generasi wacana tersebut memasuki dunia kerja. Karir beberapa di antara mereka meningkat dan menduduki posisi-posisi penting. Kalau diperusahaan swasta, mereka itulah yang berteriak paling keras ketika kondisi ekonomi menjadi lebih sulit. Misalnya, ketika pemerintah mengubah kebijakan atau ketika rupiah melemah/kembali menguat seperti sekarang ini.

Kalau didunia politik, mereka ributnya minta ampun. Persis seperti anggota DPR kita. Biasanya kritik sana, kritik sini, tetapi pekerjaan utamanya, seperti membuat undang-undang, malah tidak diurus.

Kalau dilingkungan pemerintahan, mereka adalah orang-orang yang sibuk mengamankan posisi dan cari adu selamat. Caranya? Adu pintar debat dan lihai membangun argumentasi. Mereka sangat pintar kalau soal ini. Tetapi, nyalinya langsung menciut ketika ditantang untuk mengambil keputusan.

Akibatnya, kita merasakan dampaknya. Penyerapan anggaran akan terus sangat rendah dan kinerja perekonomian kita melambat. Kalau pemerintah saja tidak punya nyali, apalagi kalangan swasta.

WE CHANGE

Kalau mau melihat masa depan suatu negara, lihatlah generasi mudanya. Kalau generasi mudanya mudah galau, hanya bisa berwacana, bisa ditebak kelak seperti apa nasib negaranya. Kata banyak orang, karena galau dan sibuk berwacana, negara kita tertinggal sepuluh tahun dari negara-negara lain.

Contoh gampang. Lihatlah jalan tol kita. Kita membangun jalan tol sejak 1973. Lebih dahulu ketimbang Malaysia dan Tiongkok. Tapi coba lihat berapa panjang jalan tol yang telah kita bangun.

Malaysia mulai membangun jalan tol pada 1990. Namanya jalan tol Anyer Hitam. Panjangnya sekitar 10 kilometer. Itu pun yang mengerjakan adalah BUMN kita, PT Hutama Karya. Kini panjang tol di Malaysia sudah mencapai 3.000 kilometer.

Tiongkok pun baru membangun. Jalan tol pertama pada 1990. Jalan tol pertama yang mereka bangun bernama Shenda, menghubungkan dua kota, Shenyang dan Dalian. Kini Tiongkok sudah memiliki jalan tol sepanjang 85 ribu kilometer. Anda tahu berapa panjang jalan tol yang sudah kita bangun hingga saat ini? Belum sampai 900 kilometer! Begitulah kalau negara lain sibuk membangun, kita sibuk berwacana lantaran tidak berani mengambil keputusan.

Jawa Pos,

17 Oktober 2015

jadwal-sholat