Seminar Psikologi Transpersonal

Seminar Psikologi Transpersonal.

Asesmen Pegawai

Asesmen Pegawai.

Proses Rekrutmen Karyawan

Proses Rekrutmen Karyawan.

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card.

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan.

Tampilkan postingan dengan label Cerita dan Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita dan Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

Kisah Dua Karung Beras

Cerita tentang dua buah karung beras yang mempunyai berat yang sama, saling jatuh cinta. Mereka menaiki anak tangga berdua untuk mencapai tangga paling atas. Mereka saling memberi semangat ketika lelah dan patah semangat. Karung yang laki-laki berwarna hijau, karung perempuan berwarma orange. Karung hijau ketika dia sakit, dan karungnya berlubang, cara untuk menyembuhkan lubang itu dengan cara melubangi karung orange, dan karung orange ini juga melubangi dirinya sendiri agar karung hijau kembali bersemangat, tak peduli banyak beras yang dikeluarkannya.
Ketika karung orange berbuat kesalahan, kesalahan yang membuat karung hijau berlubang, karung hijau melubangi bertubi-tubi karung orange, dan karung orange untuk menyelesaikan masalah ini dia melubangi dirinya sendiri... Sekarang karung orange tidak punya beras lagi.. tidak punya tempat untuk dilubangi lagi... Tapi karung hijau datang.. dia menginjak karung orange itu karena karung orange ini salah.. selama ini lubang-lubang yang dibuat oleh karung orange pada dirinya sendiri adalah kebohongan. Inilah harga mati yang harus dibayar oleh karung orange.
Sekarang karung hijau meninggalkan karung orange tanpa peduli beras itu habis dan karung itu penuh lubang... Dia berjalan naik tangga sendiri, dengan hanya mempedulikan karung dan berasnya sendiri... Sekarang karung orange menuruni tangga, mengambil berasnya yang tercecer tapi tetap keluar dari tubuhnya.. karungnya penuh lubang dan betapa sulitnya menambal lubang-lubang itu. Sekarang karung orange berada ditangga paling bawah, dengan beras pungutan seadanya.. dengan karung yang penuh lubang. Kita tentang cerita selanjutnya apa karung mampu menaiki anak tangga itu.. yang pasti karung hijau sudah tak terlihat dari tangga paling bawah.

Kamis, 17 Januari 2013

Stanford University


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian
sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan
dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University dan meminta janji
temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung, udik
seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas
berada di Cambridge.

Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard, kata sang Pria lembut.

Beliau hari ini sibuk, sahut sang Sekretaris cepat.

Kami akan menunggu, jawab sang Wanita.

Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi ternyata
tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk
melaporkan kepada sang Pimpinan.

Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi, katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting
dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada
orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya. Sang
Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun
pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi
setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan
peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh... dia bahkan terkejut.

Nyonya, katanya dengan kasar, Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk
setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu,
tempat ini akan seperti kuburan.

Oh, bukan, Sang wanita menjelaskan dengan cepat, Kami tidak ingin
mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk
Harvard.

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar
dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, Sebuah gedung! Apakah
kalian tahu berapa harga sebuah gedung! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta
dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang.
Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada
suaminya dan berkata pelan, Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai
sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah
Universitas yang menyandang nama mereka (stanford University), sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

INTI SEMUA KEBIJAKSANAAN


Konon, ada seorang raja muda yang pandai.
Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, "Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu."

Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.
"Itu masih terlalu banyak," kata sang raja. "Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.

Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku.
Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya.
Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan,
"Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta."

Jika Engkau Sedang Hendak Menjual Sesuatu


Jika engkau sedang hendak menjual sesuatu
Bayangkalan bahwa yang engkau jual itu
Adalah dirimu.
Jika engkau sedang menjual diri,
Sesungguhnya tak ada yang bisa kau jual selain
Mutu jiwa dan ragamu!
Jika engkau menjual cuma ragamu,
Kau sesungguhnya cuma sedang menjadi penipu,
Betapapun bagus engkau membungkus kemolekan ragamu.
Tak peduli betapapun mahal dasimu dan bagus tutur katamu.
Jika engkau mengandalkan cuma senyumanmu,
Orang paling bodoh pun akan segera menemukan
Bahwa senyum itu adalah barang palsu.
Sementara,
senyum yang langsung tembus ke dalam batinmu,
akan mendatangkan keuntungan yang tak pernah kau duga dari mana asalnya.
Dalam jumlah yang tidak pernah kau sangka-sangka.
Kau tidak cuma akan mendapatkan pelanggan dan keuntungan.
Tetapi kau juga akan mendapat cinta dari sesamamu.
Yang namanya untung itu, saudaraku, kecil saja jika bandingannya adalah cinta manusia kepadamu!
Seluruh manusia akan mudah menjadi pelangganmu
karena di mata mereka, engkau bukan lagi seorang pedagang.
Melainkan kau adalah seorang utusan!
Kau datang bukan untuk sekadar berjualan barang.
Tapi engkau adalah pihak yang sedang mengedarkan berkah dan kegembiraan bagi sesamamu.
Lalu dengan cara apa agar senyum itu bisa menembus tepat ke lubuk hatimu?
Dengan cara meyakini;
bahwa mutu hidupmu, sangat tergantung atas mutu jualanmu.
Bahwa jualanmu itu, adalah pintu-pintuu berkah, maka jika engkau
menjual dengan hati palsu,
Berarti engkau sedang menghianati hidupmu sendiri.
Pintu berkah yang tengah menganga itu malah engkau tutup sendiri.
Maka jika engkau sedang termangu-mangu dalam mengetuk pintu rumah pelangganmu,
Pada saat yang sama, bayangkanlah bahwa engkau juga sedang memandang polos mata anakmu.
Anak yang dititipkan Tuhan kepadamu dengan mandat besar
Dan jika engkau gagal mengamankan mandat itu hanya karena kecut nyalimu oleh muka masam calon pelangganmu,
Lalu mutu seperti apakah yang sedang menjadi milik seorang bapak sepertimu.
Karena di dalam kekekeruhan muka pelanggan itulah terletak denyut nafas anak-anak dan istrimu.
Maka ia adalah pupuk bagi kepahitan hidupmu!
Kau tahu bukan, segala sesuatu yan baik bagi tubuhmu, malah sering terasa pahit di lidahmu.
Maka saudaraku, telanlah kepahatian itu dengan gembira
sambil bayangkanlah wajah anakmu!
Jika penolakan demi penolakan sedang mengempurmu,
Bergembiralah!
Bergembiralah meskipun ada kesedihan menyelinap diam-diam di hatimu.
Gembira, karena setiap cerita sukses dan kegembiraan,
selalu ditabung lewat tumpukan kesedihan.
Kesedihan tak bisa kau hindari, kegagalan tak bisa kau tepis, dan kegentaran tak bisa kau abaikan, tapi seluruhnya harus kau jinakkan
Karena hanya lewat jalan penjinakkan inilah tujuan besar itu bisa kau tuju.
Dan jika engkau telah memiliki kemampuan penjinakan seperti ini,
Percayalah, bahkan batu pun bisa kau jual dengan mudah ke sembarang orang
Karena dunia seisinya telah menjadi temanmu!

jadwal-sholat