Seminar Psikologi Transpersonal

Seminar Psikologi Transpersonal.

Asesmen Pegawai

Asesmen Pegawai.

Proses Rekrutmen Karyawan

Proses Rekrutmen Karyawan.

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Flash Card.

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan

Pelatihan Psikologi Transpersonal Dalam Menjawab Realita Kehidupan.

Tampilkan postingan dengan label Kondisi Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kondisi Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Ini hasil riset Fakultas Kedokteran UNS Solo tentang kerokan,... menarik........😊😊

Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan.
Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo meneliti manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan tahun 2003-2005.
”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik di Solo.
Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.
Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.
Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.
Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.

1. Tidak merusak
Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.
”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.
Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

2. Meningkatkan endorfin

Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.
Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.
Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.

3. Kadar prostaglandin turun.
Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.
Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.
”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.
Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.
Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik.

Rabu, 28 Oktober 2015

Pertolongan pertama jika anak mengalami pelecehan seksual

 Jika Anda menengarai seorang anak mengalami pelecehan seksual setelah mengenali beberapa ciri/tandanya dari tulisan InfoPsikologi.Com sebelumnya (Kenali Tanda Anak Mengalami Kekerasan Seksual, Mendengar yang Tak Terungkap), Anda bisa melakukan tindakan-tindakan berikut ini sebagai upaya awal untuk membantunya.

Temukan waktu dan tempat yang tenang untuk berbincang dengan sang anak. Katakan bahwa ia tidak terlihat seperti biasanya, seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Yakinkan bahwa ia bisa bercerita pada Anda apa yang terjadi, apa yang dirasakannya, dan Anda tidak akan marah. Gaya bahasa dan pilihan kata tentu perlu disesuaikan dengan umur anak.

Contoh:
“Kamu kenapa, sayang, kok tidak ceria seperti biasa. Cerita, dong pada Ibu/Bapak. Ibu/Bapak janji tidak akan marah, apapun yang kamu katakan. Justru Ibu/Bapak ingin membantu agar kamu bisa gembira lagi… .”

Tidak semua anak akan siap bercerita dan mengungkapkan apa yang dialaminya. Tidak apa, dan jangan dipaksa. Poin penting pertama, anak tahu bahwa dia disayangi, bahwa ada orang dewasa yang peduli dan ada untuknya. Mengetahui hal ini, akan meningkatkan keberanian anak sehingga pada akhirnya dia sendiri memilih saat yang pas untuk menghampiri Anda dan bercerita.

 

Jika pada akhirnya anak bercerita dan Anda mendapati bahwa sang anak mengalami pelecehan seksual… :

1. Tenang, jangan panik! Kontrol diri Anda!Berusahalah untuk tetap tenang. Anak membaca reaksi (bahasa lisan dan bahasa tubuh) Anda. Perubahan reaksi yang drastis dan berlebihan justru bisa membuat anak merasa menyesal telah bicara pada Anda, dan akhirnya tidak mau bercerita lebih lanjut.

2. Berikan rasa aman. Katakan pada anak bahwa Anda percaya pada apa yang dikatakannya. Bahwa apa yang terjadi bukanlah kesalahannya. Dia telah melakukan hal hebat dengan menceritakan itu pada Anda, dan tentu saja Anda akan melindunginya.

3. Gali informasi dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Pancing anak untuk bercerita lebih lengkap dengan pertanyaan-pertanyaan yang memancing jawaban panjang; bukan pertanyaan yang hanya cukup dijawab dengan YA atau TIDAK saja. Pertanyaan terbuka bisa diawali dengan kata:Bagaimana; Apa saja; Menurut kamu, dll.

Pertanyaan semacam ini selain memancing informasi lebih banyak, juga mencegah anak mengatakan sesuatu yang sebetulnya tidak terjadi (tapi dikatakannya karena mendapat ide dari pertanyaan yang Anda lontarkan).
Misalkan Anda bertanya, “Apakah orang itu mengancam kamu dengan senjata tajam?” Maka anak (apalagi yang masih kecil) cenderung menjawab, “Iya, dia mengancam dengan senjata tajam”; –padahal sebenarnya tidak.

4. Hindari meminta anak mengulangi apa-apa yang telah dikatakannya. Langkah ini akan membantu petugas berpengalaman (penyidik, psikolog, atau lainnya) yang nanti akan mewawancarai sang anak dalam mendapatkan informasi yang murni/akurat.

5. Memeriksa alat kelamin anak untuk memastikan adanya luka (untuk dilakukan oleh orang tua atau dokter). Lebih baik lagi membawa anak dan orang tuanya ke dokter untuk mendapatkan visum dan pengobatan. Orang tua harus tetap tenang, tidak memaksa, tidak menunjukkan rasa cemas, marah, dsb pada anak saat memeriksa.

6. Hubungi pihak berwenang: polisi, dokter, psikolog, atau petugas dari dinas sosial, untuk mendapatkan penanganan yang profesional, tepat dan ramah anak. Siapkan mental anak dan keluarga sebelum melapor.

7. Rencanakan tindakan perlindungan agar anak aman dari ancaman pelaku (apalagi jika pelaku tahu dirinya dicurigai). Lingkungan sosial dan liputan media juga perlu dicermati, karena terkadang menjadi sumber masalah tersendiri yang membuat anak merasa tidak aman dan tidak nyaman. Bila perlu, minta pendampingan hukum dan psikologi dari lembaga terkait.

8. Cari dukungan untuk diri Anda sendiri.Mengambil peran dalam penyingkapan kekerasan seksual menimbulkan tantangan tersendiri, kadang melelahkan dan menguras tenaga (fisik/ psikis). Ini memang satu risiko yang meski ditanggung. Tapi selalulah ingat bahwa mengungkap dan melaporkan kekerasan seksual terhadap anak adalah tanggung jawab setiap orang. Ingat pula, Anda tengah memperjuangkan keadilan dan masa depan seorang anak (entah itu anak didik, tetangga, kerabat, apalagi anak sendiri). Jadi, tetaplah kuat, jangan ragu cari dukungan dari keluarga, sahabat, pihak berwenang ataupun pihak profesional lain yang terkait.

Pihak mana lagi yang bisa dihubungi terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak? Silakan buka laman Daftar Lembaga yang Menangani Pelecehan Seksual dan Kekerasan Terhadap Anak; dan temukan pihak/lembaga yang terdekat yang kemungkinan besar bisa membantu, serta memberikan penanganan lanjutan.

Luka atau bekas kekerasan seksual mungkin bisa sembuh dengan relatif cepat dan tak berbekas. Akan tetapi, anak yang mengalami pelecehan seksual tidak hanya ‘terluka’ secara fisik. Mereka juga terluka secara psikis. Trauma emosional yang dialami anak-anak yang mengalami pelecehan seksual akan membekas lama dan dalam. Apalagi, pelaku kekerasan seksual terhadap anak biasanya adalah orang-orang dekat yang mereka percayai. Kita bisa bayangkan betapa terkoyaknya jiwa mereka diperlakukan sedemikian rupa oleh orang yang selama ini dipercayai. Untuk itu, terapi psikologis yang intensif dan berkesinambungan biasanya dibutuhkan untuk membantu anak-anak tersebut kembali melanjutkan hidupnya dengan optimal.

Gangguan jiwa dari perspektif agama dan budaya

Berikut pidato pengukuhan  Prof Subandi (ikhwan TQN Suryalaya) sebagai guru besar Psikologi UGM:   "Budaya dan Agama Pengaruhi Kesehatan Jiwa"

Kesehatan jiwa masih menjadi persoalan serius kesehatan global. Demikian pula di Indonesia,  persoalan kesehatan jiwa dari tahun ke tahun semakin serius.  Data Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi gangguan jiwa berat di Indonesia mencapai 1,7 per mil. Artinya, 1-2 orang dari 1.000 penduduk di Indonesia mengalami gangguan jiwa berat.

Prof. Drs. Subandi, M.A, Ph.D., mengatakan masalah gangguan dan kesehatan jiwa memiliki dimensi cukup kompleks.  Kesehatan jiwa tidak hanya terkait masalah medis atau psikologis semata, tetapi juga mempunyai dimensi sosial budaya sampai dimensi spiritual dan religius. 

“ Faktor budaya bisa memberikan pengaruh terhadap timbulnya dan kekambuhan gangguan jiwa,”jelasnya saat menyampaikan Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam bidang Psikologi Klinis Fakultas Psikologi UGM di Balai Senat UGM, Selasa (27/10).

Menyampaikan pidato berjudul “Kesehatan Jiwa Dalam Perspektif Budaya dan Agama”, Subandi mengatakan faktor budaya juga berperan penting dalam proses kesembuhan dan pemulihan penderita gangguan jiwa. Hasil penelitian lintas budaya yang dilakukan WHO menunjukkan bahwa proses perjalanan gangguan jiwa skizofrenia di negara berkembang jauh lebih baik dibandingkan negara maju, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai dugaan muncul terkait hasil tersebut, salah satunya karakter masyarakat negara maju yang bersifat indiviudalistik sehingga kurang memberikan dukungan sosial dibandingkan masyarakat negara berkembang yang bersifat kolektif.  Sementara itu di negara berkembang banyak ditemukan onset (proses munculnya) gangguan jiwa yang cenderung cepat mempengaruhi kesembuhan dengan cepat. 

Ia menjelaskan hingga saat ini belum ada penelitian empiris terkait kesembuhan gangguan psikosis di Indonesia. Namun, dari cerita rakyat masyarakat Jawa yang mengamati fenomena gangguan jiwa, seperti Suminten Edan, bisa diketahui stresor terbanyak penyebab gangguan jiwa adalah masalah keluarga, termasuk gagal menikah.  Dari penelitian yang dilakukan Godd dan Subandi (2000) diketahui dari 391 kasus yang ditemukan stresor yang paling banyak berasal dari keluarga, kemudian diikuti masalah  pendidikan, hubungan lawan jenis, dan masalah pekerjaan. Selain itu, onset yang timbul pada kasus Suminten sangat cepat dengan proses kesembuhan yang relatif cepat pula.  
Subandi menyampaikan dalam proses penyembuhan penderita gangguan jiwa, munculnya rasa malu atau isin menjadi sebuah penanda awal dalam proses kesembuhan. Pasalnya, orang yang mengalami gangguan jiwa dapat dikatakan sebagai orang yang telah kehilangan rasa malu. 

“Begitu penderita mulai merasa malu berarti muncul kesadaran diri dan lingkungannya serta bisa mengontrol perilakunya,” jelasnya.

Dimensi budaya Jawa lain yang terkait dengan kesembuhan dari gangguan jiwa di masayarakat Jawa adalah nilai budaya ngemong.  Ngemong dalam hal ini menunjukkan sikap toleran, penuh perhatian, penuh kasih sayang, dan penerimaan positif atas perilaku agresif dan impulsif pada keluarga dan masyarakat luas.  Menurut Subandi, konsep ngemong ini bisa dipakai sebagai salah satu nilai dasar sistem pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Hal ini dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai profesi kesehatan jiwa dalam sebuah sistem yang saling memahami dan menghargai dalam menangani penderita gangguan jiwa. Dengan demikian, dapat mengurangi rehospitalisasi dan meningkatkan fungsi sosial penderita. 

“Ngemong hubungan antar profesi kesehatan jiwa, ngemong antar institusi untuk ngemong penderita ganguan jiwa dan keluarga,” katanya.

Lebih lanjut Subandi mengatakan dalam sistem perawatan kesehatan jiwa juga perlu memperhatikan dimensi keberagamaan.  Dalam setiap agama terdapat tradisi spiritualitas yang dapat berkontribusi pada pengembangan konsep dan praktik kesehatan jiwa. Misalnya, tradisi tasawuf dalam Islam yang banyak dipraktikkan di masyarakat hingga sekarang. Dalam tasawuf, konsep penyakit hati ditengarai dengan adanya perasaan iri, benci, curiga, cemburu, marah, dendam, sombong, pamer dan lainnya. Konsep tersebut sangat dekat dengan konsep psikologi Barat, yakni emosi negatif. Karenanya, upaya untuk menyandingkan kedua ilmu dari kedua tradisi tersebut perlu dikembangkan. Ilmu tasawuf akan menjadi aktual apabila menggunakan pendekatan-pendekatan psikologi modern. Sementara perspektif tasawuf bagi psikologi dapat mengarahkan psikologi kepada nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat untuk kesejahteraan orang banyak. (Humas UGM/Ika)

Kamis, 22 Oktober 2015

Anak Anda Bermasalah di Sekolah

Pernah nggak anda mendengar orang tua yang putus asa karena si anak rapornya banyakan merahnya ? Atau pihak sekolah sering memanggil ortu gara-2 si anak suka  bikin masalah di sekolah, dari mulai mengganggu teman, ramai di kelas, suka bolos, tidur di kelas, gak perhatian sama penjelasan guru, terlalu banyak tanya, dsb ?
Sebaliknya, anak-2 yang dianggap patuh, selalu rajin menggarap PR, nilai ulangan selalu tinggi, angka raport membanggakan, ternyata belum tentu berbahagia ketika dewasa. Hal ini akan dibahas lebih lanjut.
Pernah nonton film Gilmore Girls ? Si cantik yang sedari kecil termasuk anak yang rajin dan tampak gemar ke sekolah, ternyata memilih drop out dari perguruan tinggi favoritnya setelah bertemu sang pacar. Si Mama, yang single mother dan selalu bangga pada kedekatannya dengan si anak, menjadi sedih dan akhirnya hubungannya sempat merenggang dengan si anak setelah si anak merasa keputusannya utk tidak kuliah dulu dan ingin berhura-hura sebagaimana layaknya anak seusianya, tidak disetujui oleh mamanya.
Nah, jika ada anak yang bermasalah di sekolah, orangtua kerapkali kelabakan dan mencari tahu apa yang salah. Umumnya para ortu akan membawa anaknya ke psikolog. Kebanyakan setelah dites, anak dicap sebagai anak yang begini begitu, cap yang negatif. Tahukah anda bahwa cap negatif pada anak besar pengaruhnya pada perkembangan kejiwaan dia hingga dia mencapai usia dewasa ? Sedikit sekali anak-anak yang bisa menekan rasa kecewanya, ketika mendapat penilaian negatif dari orang disekitarnya bahwa dia memang punya masalah sehingga diprediksikan akan gagal dalam hidupnya. Orang-orang besar yang berhasil menekan rasa negatif tersebut, bisa kita temui dalam sejarah.
Beethoven misalnya, ternyata sempat dianggap gurunya tidak mungkin menjadi compositor musik. Orang tua Bill Cosby masih menyimpan raport anaknya di kelas 6 yang mendapat tulisan bahwa Bill adalah anak yang paling mengganggu di kelasnya. Thomas Alfa Edison adalah anak yang “malas” ke sekolah sehingga dia adalah contoh hasil drop-out yang “berhasil”. Benjamin Franklin, ternyata hanya sempat mengenyam pendidikan formal di sekolah di grade 8-10 saja (kira-2 setingkat dengan SMP kelas 2 hingga SMU kelas 1). Banyak sekali contoh-contoh orang terkenal yang pada masa sekolahnya dulu dianggap bermasalah dan bahkan diperkirakan akan gagal dalam hidupnya di masa depan.
Jika anda merasa anak anda termasuk yang bermasalah di sekolah, jangan cepat-cepat
mencari kesalahan pada si anak. Bahkan jangan cepat down dengan cap negatif dari psikolog, misalnya si anak ternyata hiperaktif kek, ADD kek, dsb. Kecuali jika jelas-jelas anda tahu sendiri, si anak memang secara genetik terlahir sebagai anak yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Namun inipun jangan diremehkan. Allah SWT Maha Adil lho. Biarpun seorang anak dicap down syndrome, autis dsb; bisa jadi dia punya kelebihan luar biasa dalam suatu hal yang tidak bisa dicapai oleh anak-anak lain yang dianggap normal.

Yang salah siapa dong ?
Sekarang jika kita merasa kesalahan bukan pada diri si anak, lantas pada siapa kita bisa menyalahkan mengapa si anak menjadi bermasalah. Ayo, sebelum bicara hal ini lebih lanjut, tengoklah masa lalu anda saat masih di sekolah dulu. Jika anda dulu termasuk anak yang rajin dan tak bermasalah di sekolah, mungkin anda bisa sedikit berempati pada teman sekelas anda yang dulu sering dianggap bermasalah. Coba tengok sekarang dia bagaimana. Bisa jadi dia ternyata menjadi businessman yang sukses, punya perusahaan yang berjalan dengan baik, anak buah yang respek pada dia. Atau ternyata dia punya keahlian yang membuat dia terkenal, padahal dulunya bukan hanya teman sekelas, guru dan ortunya pun mengira dia bakalan gagal dalam hidupnya.
Sebaliknya jika anda dulu termasuk murid yang “rata-rata”, artinya raport tidak selalu tinggi tapi tidak juga rendah nilainya, tidak selalu mendapat pujian guru, tapi juga tak mendapat masalah di sekolah; coba diingat lagi apakah dulu anda termasuk senang masuk sekolah ? Pernahkah di masa lalu, anda sempat merasa malas masuk sekolah, mencoba mencari cara agar bisa bolos sekolah, pura-pura sakit kek, gak enak badan kek, dsb.
Sekarang jika anda termasuk anak yang bermasalah saat anda masih kecil, apakah hal itu mempengaruhi masa kini anda ? Apakah anda tetap bermasalah sekarang ? Bisakah anda menekan rasa bersalah karena dicap sebagai anak bermasalah, dan kini anda menjadi orang sukses ?
Awal dari semua masalah di sekolah sebetulnya bukan berasal dari si anak, seperti banyak orang berpendapat. Cobalah anda pikir sejenak, jika anda memiliki anak lebih dari satu anda akan mulai menilai betapa berbedanya anak yang satu dengan yang lain. Si kakak suka mencari perhatian dan sangat aktif bergerak, adiknya kalem luar biasa, mungkin pula anak ketiga suka menangis dan tersinggung tetapi suka menolong kakak-kakaknya. Ini hanya contoh.
Jadi dari segi kepribadian, watak dan karakter, tiap anak itu unik, begitu pula kita yang telah dewasa. Sayangnya sedikit sekali orang yang mengetahui bahwa keunikan ini mempengaruhi gaya belajar anak, dan ini bisa terbawa hingga dewasa dalam berbagai hal, termasuk belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, tugas-tugas di kantor, maupun dalam bermasyarakat.
Jika dipikir lagi lebih jauh mengapa anak sempat dicap bermasalah di sekolah, maka coba tengoklah ke sistem pengajaran di sekolah itu sendiri. Berapa banyak murid yang diajar di sekolah tersebut, berapa perbandingan guru dan murid di kelas, bagaimana cara guru mengajarkan sesuatu pada si anak, bagaimana kurikulum di sekolah, bagaimana guru menilai kepandaian dan kemahiran anak ?
Sekolah adalah sebuah institusi yang mengajarkan segala sesuatu dengan cara yang bisa disebut sama untuk semua muridnya. Sebagai orang tua saja kita harus mengakui, bahwa kita tidak bisa menerapkan sistem mendidik yang sama pada anak-anak kita, karena setiap anak berbeda reaksi dan cara penyerapannya. Lantas bagaimana mungkin sekolah bisa memastikan anak-anak semuanya akan bisa menyerap pelajaran dengan baik, sedangkan setiap anak itu unik gaya belajarnya ?
Di USA saja, menurut pengarang buku Discover Your Child’s Learning Style; Mariaemma Willis, MS dan Victoria Kindle Hodson Ma, terdapat sistem yang mengejutkan di sekolah. Terdapat grafik yang dianggap normal jika hasilnya seperti bell; ini didasarkan oleh penemuan Abraham De Moivre pada tahun 1733 yang disebut The Bell Curve. Pada sistem ini, anak-2 yang ditemukan di atas score dianggap pintar dan cerdas, anak-2 yang berada di tengah-tengah score
dianggap normal dan seperti diduga yang mendapat score dibawah rata-rata dianggap tidak terlalu pintar, alias bodoh atau gagal.
Seperti diduga, anak-anak yang berada di bawah normal tersebut akan mendapat perhatian ekstra agar bisa mengejar ketinggalan dan berada di barisan standard alias anak-anak normal. Sebaliknya anak-anak yang diatas normal, akan mendapat perhatian ekstra pula karena para guru akan bangga sekali jika menghasilkan murid yang dianggap ber-IQ tinggi, dan berhasil di sekolah. Banyak sekali orang tua dan guru yang sampai saat ini mengukur keberhasilan di sekolah dengan keberhasilan di luar sekolah, terutama masa depan anak. Padahal berbagai penelitian membuktikan bahwa anak yang dianggap berhasil di sekolah karena dianggap ber-IQ tinggi belum tentu bisa berhasil di masa depannya, kecuali pada bidang-bidang tertentu. Kini bahkan banyak yang setuju dengan pendapat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, bahwa EQ lebih membawa pengaruh pada keberhasilan seseorang dalam hidupnya dibanding IQ.

Who C.A.R.E.S ?
Sekarang para orang tua tak perlu bersedih hati jika anak dianggap bermasalah di sekolah. Rasulullah SAW bersabda bahwa para ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Maka jika anak dianggap bermasalah di sekolah, adalah tugas para ibu sebagai sekolah anak-anak yang pertama dan ayah sebagai “kepala sekolah” di rumah, untuk mengarahkan anak-anaknya agar tidak menjadi terpengaruh oleh cap negatif dari luar, supaya tetap menjadi anak-anak yang berhasil dalam hidupnya.
Metode yang disarankan di buku Discover Your Child’s Learning Style untuk para orang tua adalah C-A-R-E-S. Mari kita bahas satu demi satu.
==================================================================

C = Celebrate your child’s uniqueness (Rayakan keunikan anak anda)

==================================================================

Jadi daripada ikut menjadi negatif karena guru atau orang luar menganggap anak kita bermasalah (dan jika kita merasa negatif pada anak kita, si anak akan bisa merasakannya dan menjadi tak percaya diri), cobalah rubah menjadi positif dengan “merayakan” keunikan anak anda. Bagaimana anda bisa merayakannya jika anda tidak merasa ada yang perlu dirayakan ? Insya Allah hal ini akan dibahas tersendiri.
Maka kunci pertama adalah = Celebrate Vs Criticize. Artinya berbahagialah dengan keunikan anak anda, jangan mengkritik si anak jika dianggap bermasalah.

==================================================================

A = Accept your role as a teacher (Terimalah tugas anda sebagai guru)

==================================================================

Ya, anda adalah guru bagi anak anda, diakui maupun tidak. Mungkin banyak orang tua yang merasa tak percaya diri menjadi guru bagi anak-anaknya karena tidak mendapat pendidikan formal sebagai guru, sehingga tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi guru. Tetapi cepat atau lambat anda akan mengakui bahwa anda bisa mendidik anak anda biarpun tanpa pernah menginjak bangku kuliah di jurusan perguruan (IKIP misalnya). Anda adalah model yang dicontoh anak anda sejak dia lahir ke dunia. Adalah tugas anda untuk terus mendidiknya hingga dewasa kelak, apalagi anak adalah amanat dari Allah SWT.
Maka disini kuncinya Accept Vs Avoid. Terimalah tugas menjadi guru ini dibanding menghindarinya. Anak memang akan sekolah tetapi dia akan pulang kerumah, dan dirumahlah proses belajar yg sesungguhnya terjadi. Belajar untuk hidup secara praktis, bukan teoritis semata.

===================================================================

R = Respond rather than React (Beri respon daripada bereaksi)

===================================================================

Orang tua yang responsive adalah orang tua yang selalu tanggap pada perilaku anak, cara berpikir, opini anak, kebiasaan anak, hobby dsb. Jadi mereka akan memberi perhatian pada kebutuhan anak, pendapat dan perasaan anak; lalu mengarahkannya ke arah yang benar. Pada anak yang dianggap bermasalah, orang tua yang responsive akan lebih besar keberhasilannya untuk mengarahkan “masalah” anaknya di sekolah tadi, sehingga anak akan tetap sukses di kemudian hari. Sebaliknya orang tua yang Reactive malah suka mengancam, membandingkan, menyalahkan, memberi cap negatif pada anaknya bahkan menghukum jika si anak dianggap bermasalah di sekolah. Pernah mengenal orang tua tipe ini ? Cobalah perhatikan, jika dia mendapat surat panggilan dari sekolah yang mengatakan si anak begini dan begitu, dia akan menghukum anak, menceramahinya, memarahinya dsb tanpa memberi kesempatan pada si anak untuk menjelaskan mengapa dia begini dan begitu. Kalaupun si anak mendapat kesempatan untuk menjelaskan, orang tua model begini hanya menganggap si anak membela diri dan berusaha membenarkan diri sendiri. Ujung-ujungnya si anak tetap saja mendapat perlakuan negatif dari orang tuanya. Jadi kini bukan saja di sekolah, namun juga di rumah si anak akan merasa bahwa dia dianggap bermasalah. Padahal belum tentu begitu.

Cara untuk menjadi orang tua yang responsive sebenarnya mudah :

1. Dengarkan

Anak yang berusaha menjelaskan sesuatu, jangan langsung dihakimi. Seorang anak yang menganggap bahwa pendapat, perasaan dan dirinya didengar oleh orang tuanya, akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Biarpun mungkin si orang tua tidak setuju dengan pendapat si anak, cobalah bertahan dengan cara mendengar ini. Jika ini anda lakukan berkali-kali, anak akan merasa aman untuk mengeluarkan uneg-unegnya pada orang tua dan di kemudian hari akan berguna untuk memonitor perkembangan dan perilaku anak, secara langsung dari si anak sendiri, bukan dari penilaian orang lain saja.

2. Pahami

Proses mendengarkan si anak adalah langkah awal, namun jika kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan berusaha memahami cara berpikirnya maupun alasannya berbuat sesuatu (terutama dikaitkan pada keunikan si anak, watak dan kebiasaannya); maka si anak akan merasa bahwa dia benar-benar didengar dan dimengerti. Memahami anak bukan selalu berarti anda akan setuju dengan dia. Anda akan menunjukkan pada si anak bahwa apapun yang ia lakukan atau ceritakan adalah hal penting bagi si anak. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja ingin dimengerti. Henry James menulis “Keinginan yang mendalam pada setiap jiwa manusia adalah untuk dimengerti”.

3. Belajarlah menunggu

Disini, jika si anak mulai memberanikan diri mengungkapkan perasaannya, cara berpikirnya, alasannya berbuat sesuatu dsb; jangan terburu memotong dan memberi penjelasan. Tunggulah barang sejenak, sampai semua uneg-uneg anak keluar.
Jika si anak merasa anda mendengarkan tetapi terburu-buru memotong pembicaraan mereka, dia akan merasa anda tidak benar-benar mendengarkan dan berusaha memahami. Dia akan berhenti menjelaskan lebih jauh dan di lain waktu dia mungkin akan merasa ogah menjelaskan sesuatu pada anda.

Ingatlah ini :

Jika anda mulai mendengar dan memahami mereka, anak-anak akan mulai mendengar dan memahami anda pula.

4. Ikuti

Beri kesempatan si anak untuk meng-explore dan menemukan hal-hal baru. Anak yang merasa bahwa orang tuanya memahami keinginannya untuk meng-explore dan menemukan hal-hal yang ia anggap baru, akan merasa mantap dan semakin ingin untuk belajar. Ikutilah ke arah mana anak ingin menemukan hal-hal baru dalam hidupnya. Dengan meraih kepercayaan anak karena kita berusaha mendengar, memahami dan selalu menunggu agar si anak mengeluarkan seluruh isi hatinya; kita mulai mendapat kepercayaan dari si anak. Maka si anak akan merasa senang jika aktifitasnya untuk mempelajari hal-hal baru diikuti oleh orang tuanya tanpa secara langsung dikoreksi jika ada yang salah (tentu kecuali pada kondisi tertentu).
Lihatlah seorang anak balita yang berusaha memakai pakaiannya sendiri. Jika belum-belum si orang tua merasa tak sabar karena si anak pasti melakukan banyak kesalahan, si anak mungkin menjadi malas mencoba lagi. Namun jika si orang tua memberi semangat anaknya untuk mencoba lagi dan lagi, tanpa langsung turun tangan memakaikan baju pada si anak (misalnya hanya dengan mengingatkan kalau baju itu dibalik mungkin tampak bagus karena ada gambar boneka kucing di dada, daripada di punggung) si anak akan memahami bahwa baju itu ia pasang terbalik. Biarkan dia sendiri yang membuka baju dan memperbaikinya. Jika kita buru-buru turun tangan membalik baju itu sendiri, si anak akan merasa bahwa dia salah dan tak akan pernah berhasil memakai baju sendiri dengan baik.
Sebaliknya tentu ada kondisi tertentu kita harus langsung turun tangan mengoreksi anak. Misalnya jika si anak berusaha untuk berjalan sendiri, ikuti dulu kemana ia pergi. Seandainya anda tahu si anak hendak menyeberang jalan, tentu anda harus langsung turun tangan menyetopnya dan menjelaskan apa yang berbahaya dari menyeberang sendirian sampai dia cukup umur untuk bisa menyeberang.
Jadi prinsip mengikuti ini seperti tarik-ulur layang-layang. Ada kalanya kita ulur, kita biarkan dia mengexplorasi sesuatu tetapi ada kalanya kita tarik jika perlu.

===================================================================

E = Expand Your View of where learning takes place

===================================================================

Disini, jangan terlalu kaku menganggap anak hanya harus belajar di bangku sekolah atau lewat kursus saja. Dalam 24 jam, proses belajar anak bahkan orang dewasa bisa berlaku dimana saja. Bahkan saat menonton TV pun sebetulnya anak belajar sesuatu, walaupun dia tidak merasa sedang belajar. Itu sebabnya, kita mesti mengarahkan agar si anak bisa belajar apa saja dan dimana saja, asalkan itu benar. Disini peran orang tua sangat besar sekali, karena selepas dari sekolah atau tempat kursus, anak akan pulang kerumah dan kitalah yang mengajarnya.
Katakan saja dia menonton TV atau bermain game, coba perhatikan film apa yang ia tonton, game apa yang ia mainkan. Proses tarik ulur terjadi disini. Jika film itu anda nilai bagus dan ada nilai edukatifnya, biarkan saja sambil sekali-sekali mengikutinya, lalu mengajak anak berdiskusi sesudah film itu selesai. Ini karena sekarang banyak sekali film yang mendapat rating film anak-anak ternyata tidak cocok dibuat untuk anak-anak, misalnya ada diselipkan kekerasan, kata-kata kotor, tidak menghormati orang yang lebih tua, menindas yang lebih muda dsb. Bahkan
sebagai muslim kita juga mesti berhati-hati karena produk edukasi dari non muslim, banyak diselipi ajaran-ajaran yang bertentangan dengan aqidah. Misalnya saja, biarpun Dora The Explorer ada nilai edukatifnya, namun kita mesti hati-hati saat salah satu topiknya membahas kesyirikan (hal ini sempat saya bahas disini). Itu baru Dora, padahal ada 1001 produk film maupun buku dari non muslim, yang menyelipkan aqidah yang merusak.
Jika kita tak mengikuti, alias menganggap semua buku dan film edukatif dari non muslim itu bagus semua; bukan tidak mungkin kita menyesal di kemudian hari ketika si anak mulai menganggap hal-hal yang bertentangan dengan aqidah itu adalah hal normal dan baik.

==================================================================

S = Stop Vs Support

==================================================================

Disini kita perlu berhenti untuk beranggapan jika si anak dianggap bermasalah di sekolah berarti kelak dia akan mengalami kegagalan dalam hidupnya. Sebaliknya kita perlu mensupport anak yang dianggap bermasalah ini, dengan memahami ada apa dibalik “masalah tersebut”. Apa yang perlu kita pahami disini adalah tiap anak itu unik dalam berbagai hal dan ini mempengaruhi cara dan gaya dia belajar. Agar kita bisa memberi support yang tepat, ada baiknya kita memahami apa saja yang mempengaruhi gaya belajar anak.
Jika anda tertarik untuk tahu apa saja yang mempengaruhi gaya belajar anak (bahkan orang dewasa seperti kita pun mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda), insya Allah kelak akan saya sharing di blog berikutnya.

Semoga berguna.

ADHD

Attention Deficit Disorder / Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD) Panduan Bagi Keluarga
oleh:T. Bradley Tanner, MDUniversity Of Pittsburgh Medical Center
Pittsburgh, PA
Diterjemahkan oleh : Babsy Permadi

APA ARTI ADHD?

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, suatu kondisi yang pernah dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (Sulit memusatkan perhatian), Minimal Brain Disorder (Ketidak beresan kecil di otak), Minimal Brain Damage (Kerusakan kecil pada otak), Hyperkinesis (Terlalu banyak bergerak / aktif), dan Hyperactive (Hiperaktif).

Ada kira-kira 3 ñ 5% anak usia sekolah menderita ADHD.

Tanda-tanda ADHD
Ada tiga tanda utama anak yang menderita ADHD, yaitu:
–       Tidak ada perhatian. Ketidak mampuan memusatkan perhatian pada beberapa hal seperti membaca, menyimak pelajaran, atau melakukan permainan. Seseorang yang menderita ADHD akan mudah sekali teralih perhatiannya karena bunyi bunyian, gerakan, bau bauan atau pikiran, tetapi dapat memusatkan perhatian dengan baik jika ada yang menarik minatnya.
–       Hiperaktif. Mempunyai terlalu banyak energi. Misalnya berbicara terus menerus, tidak mampu duduk diam, selalu bergerak, dan sulit tidur
–       Impulsif. Bertindak tanpa dipikir, misalnya mengejar bola yang lari ke jalan raya, menabrak pot bunga pada waktu berlari di ruangan, atau berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu akibatnya.
Setiap anak yang seringkali bertindak seperti contoh-contoh diatas selama lebih dari enam bulan berturut-turut, dibandingkan dengan anak seusianya, dapat didiagnosa menderita ADHD. Gejala ini biasanya muncul sebelum si anak berusia enam tahun.

Jenis ADHD
ADHD adalah sebuah kondisi yang amat kompleks; gejalanya berbeda-beda. Para ahli mempunyai perbedaan pendapat
mengenai hal ini, akan tetapi mereka menggunakan jenis ADHD berikut ini:
  1. Tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, tetapi tidak hiperaktif atau Impulsif. Mereka tidak menunjukkan gejala hiperaktif. Tipe ini kebanyakan ada pada anak perempuan. Mereka seringkali melamun dan dapat digambarkan seperti sedang berada di awang-awang.
  2. Tipe anak yang hiperaktif dan impulsive mereka menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan impulsif, tetapi tidak bisa memusatkan perhatian. Tipe ini seringkali ditemukan pada anak- anak kecil.
  3. Tipe gabungan mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, hiperaktif dan impulsif. Kebanyakan anak-anak termasuk tipe seperti ini.
Problem yang Juga Ditemukan Pada Anak Dengan ADHD

Anak dengan tipe ADHD diatas mungkin juga mempunyai problem dalam memperhatikan instruksi, menyelesaikan tugas, berhubungan dengan anak lain, atau duduk tenang. Artinya mereka seringkali membuat masalah di rumah, dijuluki sebagai anak nakal di sekolah, dan diganggu oleh teman-temannya. Keadaan ini seringkali membuat si anak berpikir bahwa dia tidak baik, yang membuatnya rendah diri dan tidak percaya diri.
Penting sekali untuk membantu anak kita mengatasi problem ADHD ini. Harapan kami buku pegangan ini dapat
merupakan saran akan apa yang seharusnya dilakukan agar anak anda dapat tumbuh menjadi seorang anak yang sehat
dan bahagia.

YAKINKAN DIRI ANDA
Apabila anda mengetahui seorang anak didiagnosa menderita ADHD, pertama kali anda harus yakin bahwa memang dia menderita ADHD. Dibawah ini ada tabel yang dapat dipergunakan untuk meyakinkan anda. Lebih banyak kolom “Agak Sering” dan “Sangat Sering” diisi, lebih meyakinkan kita bahwa si anak memang menderita ADHD.
Pilihlah pernyataan dibawah ini : Sama sekali tidak, Sedikit Agak Sering, Sangat Sering, Selalu gelisah, terlalu aktif, tidak bisa duduk diamSuasana hati mudah berubah atau sering marah-marah, Mudah bingung, gampang menangis, Perhatian mudah teralih atau sering melamun, Sering mengganggu temanTidak bisa mengingat dan mengikuti peraturan, Sering kehilangan barang yang diperlukan dalam melaksanakan tugas, Mudah merasa gembira, Sulit memusatkan perhatikan dalam jangka waktu yang lama,
Harap diperhatikan bahwa banyak orang yang bertingkah laku seperti ini, jadi penting sekali memperhatikan si anak sesering mungkin. Penting juga melihat tingkah laku mereka dalam situasi yang berbeda. Tabel ini dapat dipergunakan dalam mengobservasi si anak di rumah, di sekolah atau pada waktu waktu yang berlainan dalam sehari.

Kondisi-kondisi Lain yang Mirip Dengan ADHD
Pada saat mengdiagnosa anak dengan ADHD, kita perlu memperhatikan kondisi kondisi lain yang hampir sama dengan ADHD. Pastikan bahwa anak telah diperiksa kesehatannya oleh dokter sebelum kita mengdiagnosa si anak.
– Alergi, asma, dan problem dengan pernapasan : Kesulitan bernapas dapat mengganggu konsentrasi si anak dan merupakan salah satu tanda ADHD
– Diabetes / Hypoglycemia : Kondisi ini berhubungan erat dengan kadar gula dalam darah, yang bisa menyebabkan
perubahan perhatian dan aktivitas.
– Problem pada penglihatan dan pendengaran : Ketidak mampuan untuk melihat atau mendengar apa yang sedang
terjadi di dalam kelas dapat menimbulkan persoalan dalam tingkah laku, misalnya
– hiperaktif.
– Anemia karena kekurangan zat besi : dapat menyebabkan problema pada perhatian dan impulsive.
– Keracunan timah : dapat menyebabkan hiperaktif
– Obat yang diminum : jika si anak sedang dalam pengobatan, perhatikan samping dari obat yang diminum
– Problem dengan susunan syaraf : Seseorang yang tiba tiba terserang epilepsi / ayan akan menatap sesuatu selama
jangka waktu tertentu dan tidak dapat meningat apa yang terjadi.
– Problem kejiwaan lain : Kadang kadang gejala stress, perasaan bosan, depresi, atau perasaan kawatir akan mirip
dengan gejala ADHD
– Problem belajar atau problem di sekolah : Jika si anak merasa terlalu dipaksa, frustrasi dengan ketidak mampuan
dalam belajar, atau sedang mencari perhatian , ia akan bertingkah laku seperti penderita ADHD
– Problem dengan tiroid : Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang berdampak pada tidur, emosi dan aktivitas.
Perubahan hormonal seperti ini akan menghasilkan tingkah laku mirip ADHD.

PENYEBAB ADHD
Beberapa Teori
Sayang sekali penyebab sebenarnya tidak diketahui. Teori lama mengatakan penyebabnya antara lain adalah keracunan, komplikasi pada saat melahirkan, alergi terhadap gula dan beberapa jenis makanan, dan kerusakan pada otak. Meskipun teori ini ada benarnya, banyak kasus ADHD yang tidak cocok dengan penyebab tersebut.
Penelitian membuktikan bahwa ADHD ada hubungannya dengan genetika seorang anak. Bukan berarti kalau salah seorang orang tua menderita ADHD, si anak juga akan menderita ADHD. Juga tidak berarti jika si anak menderita ADHD karena ada kerabat dekat yang menderita ADHD. ADHD si anak bukan berarti kesalahan ada pada anda.
Kadang-kadang anda merasa sebagai orang tua yang tidak baik yang tidak dapat mengatur si anak, atau mungkin ada orang lain atau seorang guru yang mengatakan bahwa anda bukanlah orang tua yang baik. Yakinkan bahwa anda melakukan yang terbaik untuk anak anda.

Kelainan-Kelainan Pada Otak
Pada anak dengan ADHD, system kerja otaknya berbeda. ADHD bukan disebabkan karena kesulitan pada saat kehamilan atau melaihrkan. Pada dasarnya, otak penderita ADHD tidak mempunyai kegiatan kimiawi yang cukup untuk mengatur dan mengendalikan apa yang si penderita lakukan atau pikirkan. Pengobatan akan menaikkan aktivitas otak dan memberikan tambahan ëenergi pada otakí untuk mengendalikan pikiran dan tingkah laku,.
Gambar diatas tentang pengamatan PET menunjukkan banyaknya aktivitas dari area otak yang berbeda-beda. Pada otak penderita ADHD kegiatan / aktivitas otaknya lebih sedikit (warna merah/oranye/putih) dibandingkan dengan otak anak yang tidak menderita ADHD. Pengamatan PET ini amat berguna untuk penelitian, tetapi tidak dapat digunakan untuk penilaian atau diagnosa penderita.

PENGARUH ADHD
Kita tahu bahwa ADHD membawa pengaruh kepada setiap aspek kehidupan anak. Anak-anak yang menderita ADHD seringkali mendapat kesulitan dalam memahami instruksi, mengingat tugas, bermain dengan baik dengan saudara sekandung, atau mengingat peraturan-peraturan. Sepertinya mereka selalu berada dalam kesulitan. Mereka sulit untuk ikut serta dalam aktivitas kelompok atau duduk diam di kelas. Mereka mungkin dicap sebagai anak nakal. Bagi sebagian anak yang menderita ADHD, sangat sulit berteman. Problem diatas menjadikan mereka anak yang kesepian dan sulit dimengerti dan mereka menjadi lebih nakal karenanya.

Bagaimana mereka dapat menyelesaikan sekolah jika sulit memusatkan perhatian? Tanpa penyesuaian diri dalam bersosialisasi secara benar, mereka akan mendapat kesulitan dalam mencari teman pada masa mereka dewasa, ketika saluran bersosialisasií menjadi penting dalam kehidupan.
Beberapa bukti-bukti menunjukkan bahwa orang yang menderita ADHD juga mengalami kesulitan belajar, selalu menentang dan berkelakuan menyimpang.
Kondisi-kondisi seperti ini membuat mereka mengalami kesulitan dalam bergaul. Periksakan anak anda pada seorang ahli untuk mengetahui apakah dia juga mengalami kondisi ini.

Pengaruhnya Pada Anda
Mungkin anda tidak sadar akan pengaruhnya pada anda dalam menghadapi anak dengan ADHD. Mengurus anak dengan ADHD merupakan pekerjaan penuh waktu. Kelihatannya seperti tidak ada yang dikerjakan hanya mengajarí si anak, membereskan segala sesuatu yang dilakukannya. Luangkan sedikit waktu untuk diri sendiri untuk ngobrol dengan teman, mendengarkan musik, nonton film, makan malam di luar, menyegarkan diri, membaca, berolah raga, sembahyang atau melakukan meditasi.
Dibawah ini ada tempat kosong untuk anda isi dengan kegiatan-kegiatan yang
anda sukai. Lakukan suatu aktivitas kegemaran anda sedikitnya satu kali sehari atau pada saat anda merasa butuh melakukannya ñ anda akan merasa sedikit lega.
Pengusir S T R E S S
Kerjakan Satu Kegiatan Kegemaran Anda Setiap Hari!!!
_______________________________________________
Setelah mengetahui bagaimana ADHD membawa pengaruh pada anda dan anak anda, penanganan yang efektif menjadi penting. Tidak ada penyembuhan ADHD, tetapi ada tiga cara mengurangi gejalanya dengan obat, perubahantingkah laku dan lingkungan sekitar. Ketiga cara / metode ini dapat menolong. Kadang-kadang hanya menggunakan satu metode saja tidak cukup. Gabungan ketiga metode akan memberikan hasil yang lebih baik. Mungkin anda melihat iklan pengobatan ADHD dengan  hati-hati, karena pengobatan yang diiklankan itu belum terbukti kemanjurannya dan kebanyakan mahal. Jika anda berencana untuk mencoba pengobatan baru, lebih baik dibicarakan dahulu dengan dokter atau terapis anda.

Apakah Obat Yang Diminum Baik Untuk Anak Saya?
Kebanyakan obat yang digunakan dalam menangani ADHD aman jika mengikuti perintah dokter. Obat-obatan ini mempunyai toleransi tinggi dan sedikit efek samping. Bagi beberapa anak, pengobatan akan menaikkan nafsu makan. Jika obat diminum setelah si anak makan, akan banyak mengurangi efek sampingnya. Beberapa anak yang menggunakan obat untuk ADHD menunjukkan pertumbuhan badan yang diluar batas normal. Hubungi dokter anda jika pertumbuhan si anak terlambat.
Sebagian orang tua merasa kawatir bahwa obat yang diminum akan mengakibatkan si anak menjadi lebih agresif atau nantinya akan membuat dia ketagihan obat atau minuman beralkohol. Kekawatiran ini tidak dapat dibenarkan. Pada kenyataannya, anak dengan ADHD yang tidak mendapatkan penanganan yang baik cenderung lebih agresif atau menjadi ketagihan obat-obatan dan minuman beralkohol.

Ada banyak cara menangani ADHD tanpa obat dan tidak ada salahnya mencoba penanganan tanpa obat lebih dahulu, atau memutuskan tidak menggunakan obat sama sekali. Tetapi sebelum mengambil keputusan mengenai cara penanganan, pastikan anda sudah mengetahui baik buruknya secara nyata, bukan hanya dari ëmendengarí saja. Pada umumnya obat yang digunakan dalam penanganan ADHD sangat aman dan bermanfaat. Minta pendapat seorang dokter atau ahli farmasi mengenai obat itu. Namun harus diingat pula bahwa semua obat ada efek sampingnya, tetapi kalau digunakan dengan benar, efek samping itu tidak berbahaya.
Pengobatan ADHD sama dengan kacamata bagi penderita rabun dan bisa menolong si penderita memusatkan perhatian. Tidak perlu malu karena minum obat untuk ADHD. Obat itu tidak membuat penderita ADHD merasa bodoh. Bicarakan kekawatiran anda mengenai pengobatan pada dokter dan tanyakan si anak mengenai kekawatiran mereka.

Jenis Jenis Pengobatan
– Stimulan merupakan obat yang paling banyak dipergunakan untuk ADHD. Dalam kelompok stimulan terdapat AdderallÆ (gabungan garam dari amphtamine), DextroStatÆ (dextroamphetamine sulfate), dan RitalinÆ (methylphenidate HCL).
Stimulan bereaksi cepat dan efek sampingnya ringan. Disebut stimulan karena bisa memberikan energi bagi mental untuk memusatkan perhatian pada apa yang sedang dikerjakan. Pengobatan ada yang diberikan dalam dosis dobel dalam sehari.
– TCA (Tri-Cyclic Antidepressants) merupakan jenis anti depresi. TCA sangat efektif untuk mengatasi suasana hati yang berubah-ubah dan diminum hanya satu kali dalam sehari. Namun TCA bekerja lebih lambat dan lebih berisiko dalam penggunaannya. Jika pengobatan dengan stimulan tidak menolong TCA boleh dicoba.
– Wellbutrin ( buproprion ) merupakan jenis antidepresan yang telah dipergunakan dalam pengobatan ADHD meskipun belum mendapat persetujuan dari FDA. Obat ini bukan TCA, tetapi mempunyai kegunaan dan efek samping yang sama.
– Catapres (clonidine) dulunya dipergunakan untuk pengobatan penyakit darah tinggi. Obat ini dipergunakan dalam pengobatan ADHD, terutama bagi penderita gejala hiperaktif dan impulsif, meskipun juga belum mendapat persetujuan FDA. Obat ini berbentuk kecil atau pil. Anak-anak yang diberi Catapres akan menjadi ngantuk.

Apa Yang Dapat dan Tidak Dapat Dilakukan Dengan Pengobatan
Dapat Tidak Dapat Mengurangi tingkat aktivitas Mengajar berkelakuan baik – duduk diam lebih lama – menghilangkan kelakuan lama-kurang berlari larian. Membuat anak memperhatikan lebih lama, Mengajarkan ketrampilan – melakukan pekerjaan lebih akurat – tugas sekolah-meningkatkan perhatian – bersosialisasi-apa yang harus diperhatikan
Mengurangi impulsif Mengajarkan bagaimana menguasai perasaan – mengikuti instruksi lebih baik – menguasai amarah-berpikir dahulu sebelum bertindak – mengatasi anak bahagia. Mengurangi reaksi Memotivasi sianak-tidak begitu agresif – menyuruh Proses Pengobatan.

Setelah anda dan dokter anda mengambil keputusan mengenai pengobatan yang terbaik bagi anak anda, dokter umumnya akan menuliskan resep obat dengan dosis rendah dan perlahan-lahan akan menaikkan dosisnya. Selama masa pengobatan mintalah orang yang dekat dengan si anak untuk memonitor gejala dan efek samping obat. Kadang-kadang obatnya tidak bekerja, atau efek sampingnya sulit diatasi, anda perlu mencoba pengobatan lainnya. Proses ini mungkin berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Cobalah untuk bersabar karena pengobatan yang terbaik harus selalu dicoba.


Mengevaluasi Pengobatan
Pada saat menyesuaikan diri dengan pengobatan, sebaiknya sediakan semacam formulir isian untuk mengevaluasi setiap perubahan dalam pengobatan sambil melihat pengobatan yang mana yang hasilnya lebih baik. Isilah formulir isian tersebut (seperti yang terdapat di halaman 4) setiap hari. Sangat menolong jika ada seseorang lain yang mengisi formulir itu. Dari beberapa penelitian, lebih mudah mengetahui pengobatan apa dan besarnya dengan menggunakan formulir isian ini. Kejelasan, tatanan kehidupan dan kemungkinan hasil pengobatan banyak membantu penderita ADHD untuk hidup dengan normal. Bagian berikut ini memberikan saran-saran yang dapat membuat suasana dan lingkungan anak anda lebih stabil.

Tingkatkan Kejelasan
Tentukan aturan-aturan, konsekuensi, dan imbalan . Seringkali, anak dengan ADHD sepertinya selalu mendapatkan kesulitan. Meskipun anda telah menentukan aturan-aturan, mereka seringkali melanggarnya dan seperti keheranan ketika diberi hukuman. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya anda membicarakan aturan-aturannya dengan anak anda. Lalu tuliskan aturan-aturan tersebut dan pastikan anak anda mengerti tentang peraturan-peraturan itu. Misalnya, anda menuliskan: jagalah kebersihan, tetapi anak anda tidak mengerti sebelum anda menjelaskan apa arti kebersihan. Kamarmu harus dibersihkan setiap minggu, mainan dibereskan sebelum tidur, harus mandi setiap hari. Peraturan-peraturan ini mempunyai arti yang berbeda yang tidak dapat diinterpretasikan secara berbeda.
Tuliskan peraturan-peraturan tersebut disertai dengan konsekuensinya kalau dilanggar juga hadiahnya kalau dipatuhi. Gambar atau symbol dapat dipergunakan untuk anak-anak yang masih kecil. Letakkan tulisan atau gambar tersebut di tempat yang mudah dilihat. Sebaliknya si anakpun dapat membuat peraturan-peraturan bagi orang tuanya.
Bantu si anak memahami tugasnya . Anak dengan ADHD seringkali menemui kesulitan dalam menyelesaikan suatu tugas. Contohnya: tugas yang diberikan adalah membersihkan semua keranjang sampah yang ada di dalam rumah. Dia membuang sampah yang di dapur saja dan lupa membuang yang di kamar mandi. Sebaiknya dibuatkan semacam daftar mengenai apa saja yang harus dikerjakan. Untuk anak yang belum bisa membaca gunakan gambar atau symbol.
Daftar semacam ini dapat dipakai untuk segala macam tugas, misalnya membersihkan kamar, memberi makan binatang peliharaan, atau mencuci piring. Daftar ini dapat juga digunakan untuk mengingatkan anak mengenai kegiatan rutin sehari-hari.

Tingkatkan Tatanan
Tempatkan segala sesuatu pada tempatnya  buat segala sesuatu lebih teratur misalnya mainan anak yang berceceran karena terburu-buru berangkat ke sekolah sediakan tempat untuk meletakannya. Sediakan kotak-kotak dengan gambar mainan. Setelah bermain, pastikan si anak menaruh mainannya di tempat yang telah disediakan. Kotak-kotak bergambar merupakan pengingat yang baik. Untuk rutinitas dipagi hari, sediakan tempat untuk bekal makan siang, uang jajan dan tas di dekat pintu. Waktu si anak pulang sekolah, dia harus meletakkan barang-barangnya di tempat yang sama. Isi tas disiapkan malam sebelumnya, pekerjaan rumah dan buku-buku yang diperlukan sudah siap sebelum tidur. Hal ini dapat membantu si anak mengurangi kesibukan di pagi hari dan juga barang-barang tidak tercecer di dalam rumah.
Gunakan beker atau sinyal waktu  Anak dengan ADHD seringkali tidak memperhatikan waktu. Mereka tidak mempunyai konsep waktu, karena itu mereka mungkin akan lupa dengan tugas yang diberikan. Lebih parah lagi mereka merasa terganggu dengan waktu. Beker atau sinyal waktu bisa menolong mereka mengatasi hal ini. Misalnya si anak hanya punya 15 menit untuk sarapan, gunakan jam dapur dan minta si anak meperhatikan kapan jarum jam menunjuk angka nol. Begitu juga untuk tugas yang diberikan, misalnya memberi makan anjing pada jam 7 malam, aturlah beker dan minta si anak memperhatikan pada waktu beker berbunyi, anjing harus diberi makan.
Tingkatkan Kewaspadaan Akan Berbagai Kemungkinan Jadual harian dapat merupakan hal yang pasti. Dengan mengikuti jadual si anak merasa lebih mudah mengingat apa yang harus dikerjakan.Kegiatan sehari-hari seperti bersiap untuk ke sekolah, kegiatan pramuka atau olahraga, juga untuk kegiatan yang tidak rutin seperti berkunjung ke rumah nenek. Sebaiknya jadual ditulis dan diletakkan di tempat di mana semua anggota keluarga dapat membacanya. Namun, anak dengan ADHD akan sangat bergantung pada jadual, karena itu ada baiknya kita mengingatkan mereka akan kemungkinan yang ada diluar jadual. Ingatkan si anak beberapa hari sebelumnya dan pada hari dimana aktivitas dalam jadual seharusnya dilakukan.
Hindari suara atau bunyi-bunyian – Ketika si anak sudah akan memulai suatu aktivitas, dia akan mudah sekali teralih perhatiannya karena bunyi pesawat yang kebetulan lewat, gonggongan anjing, suara orang bercakap-cakap diruang lain, atau gambar yang tergantung di dinding. Kita ingin si anak bekerja sebaik-baiknya, karena itu hindari menempatkan mereka di depan jendela atau ruang dimana banyak kegiatan di dalam rumah. Carilah tempat yang tenang, tetapi pastikan si anak benar-benar melakukan semua proses tugasnya, bisa saja si anak mempunyai pilihan lain dalam melaksanakan tugasnya yang kadang-kadang tidak terfikirkan oleh kita. Mungkin saja mereka melakukan tugasnya dengan baik sambil berbaring atau berdiri di samping meja. Mungkin juga mereka minta diputarkan lagu atau penerangan di ruangan diredupkan sedikit. Yang penting jangan sampai si anak merasa terisolasi dalam sebuah
ruangan. Si anak akan merasa aman berada dengan anda selama dia melaksanakan tugasnya dan andapun dapat memonitor proses penyelesaian tugas. Dalam hal ini si anak punya pola tingkah laku tersendiri dalam menyelesaikan tugas yang sebaiknya tidak ëdigangguí. Mungkin saja ada tingkah laku yang dapat menimbulkan persoalan bagi si anak (dan anda).

Berikut ini ada beberapa cara / teknik untuk ëmengubahí tingkah laku pada suatu saat dengan memberikan pujian pada kelakuan yang baik dan mengabaikan kelakuan yang buruk.

Mengubah Tingkah Laku
Ada tiga langkah untuk mengubah tingkah laku:
1) Uraikan permasalahan dengan cara positif. Cara yang jitu disini adalah: jangan menyebutkan persoalannya, tetapi katakan apa yang kita inginkan. Berikan contoh kelakuan yang diinginkan, bertindaklah secara khusus. Misalnya, jangan menghentikan si anak kalau dia sedang gelisah, sebaliknya minta dia duduk dan alihkan perhatiannya untuk membantu dia mengatasi kegelisahannya. Jangan memperbaiki tetapi fokuskan si anak akan apa yang seharusnya dilakukan, misalnya jika peralatan sekolah diletakkan sembarangan, bantu dia mengingat dimana seharusnya menempatkan perlengkapan sekolah tersebut lalu minta si anak melakukannya.
2) Tentukan tujuan yang dapat dicapai. Ketika anda menguraikan permasalahan dengan cara yang positif, sebenarnya anda telah menentukan tujuan yang dapat dicapai. Namun jika hal ini kita katakan akan terlalu berlebihan bagi si anak. Tujuan yang ingin dicapai dapat dibagi menjadi tujuan-tujuan kecil. Misalnya jika kita ingin si anak duduk di meja makan, mulailah dengan duduk selama 5 menit, lalu 6, 7, 8. Jika kita ingin anak meletakkan perlengkapan sekolah di tempat yang sudah disediakan, mulailah dengan meletakkan kotak makanan, lalu mempersiapkan tas sekolah sebelum tidur, lalu sediakan tempat untuk meletakkan pekerjaan rumah, akhirnya merapikan meja tulisnya.

Sebuah Kartu Waktu
merupakan salah satu cara agar si anak melakukan tugasnya dengan benar dan baik.
Contoh Kartu Waktu:
TAKLUKKAN SI WAKTU
detik____________ detik____________ detik____________
menit___________ menit___________ menit___________
Aturan main:
1.
2.
3. detik____________
4. menit___________

3) Bekerja sesuai tujuan. Anak dengan ADHD memberikan reaksi jika diberikan penghargaan, pujian atau hadiah. Berikan pujian sesering mungkin meskipun dia tidak mencapai tujuan yang kita inginkan, tetapi membuat kemajuan.
Contoh pujian: Saya suka dengan caramu duduk diam dan mengerjakan pekerjaan rumahmuî. Gunakan komentar khusus dan hindari ucapan yang selalu sama, seperti ìanak manis, anak baikî, karena akan membuat si anak bingung jika suatu waktu dia diberi peringatan.

Anda dapat mempergunakan cara-cara diatas, tetapi masukkan dari seorang ahli kesehatan yang mempunyai pengetahuan tentang perubahan tingkah laku akan sangat bermanfaat.

Dorongan Untuk Membesarkan Hati
Pemberian bintang merupakan cara yang sangat baik untuk memberikan dorongan pada si anak. Setiap kali si anak melakukan sesuatu dengan baik, beri dia hadiah berupa bintang atau symbol lain. Jumlah bintang yang didapat si anak dapat ditukarkan dengan kegiatan yang disukai anak, misalnya pergi ke mal untuk bermain, kegemarannya. Coba tawarkan lebih banyak bintang untuk tugas yang lebih berat, misalnya satu bintang untuk membersihkan ruangan, dua untuk membersihkan kamar tanpa disuruh.

Buat daftar tugas dengan jumlah bintang yang akan didapat apabila tugas itu diselesaikan. Masukkan juga bintang yang ditarik kembali jika si anak bertingkah buruk. Jelaskan pada si anak bahwa dia diharapkan mendapat lebih banyak bintang ketimbang kehilangan, kalau tidak mereka akan bingung dengan cara seperti ini.

Disiplin
Anak dengan ADHD harus diberitahu mengenai akibat yang mereka harus rasakan apabila tidak melaksanakan tugas, kalau tidak mereka akan segera lupa akan apa yang terjadi. Salah satu contoh akibat adalah: time-out (periode berdiam diri sebentar). Dalam periode ini, tempatkan si anak di tempat yang tenang, tanpa terkesan diisolasi. Sebuah bangku diletakkan di sudut ruangan. Pertama kali si anak melanggar aturan main periode ini, katakan padanya: tiga pelanggaran, maksudnya jika si anak melanggar pertama kali, kita mengacungkan jari telunjuk sambil mengatakan: satu
kali, acungkan dua jari tangan diiringi ucapan: dua kali, jika si anak melanggar aturan periode diam diri ini kedua kalinya. Ketiga kalinya, acungkan tiga jari dan katakan:nah, itu yang ketiga! Time-out! Ketiga pelanggaran bukan ditujukan untuk tingkah laku seperti memukul atau melempar benda. Lama periode diam diri (time-out) sebaiknya sama dengan usia si anak dalam hitungan menit. Anak usia 5 tahun akan diberi periode 5 menit. Pasang sebuah penunjuk waktu (timer) agar si anak dapat melihat ke waktu. Sebaiknya kita tinggal bersama si anak, buat jarak agar kita dapat segera tahu kalau si anak akan meninggalkan ruangan, tapi jangan berinteraksi dengan si anak  jangan menjawab pertanyaan atau menanggapi komentarnya. Tambahkan satu menit jika si anak berusaha meninggalkan ruangan.
Periode diam diri ini diharapkan akan menimbulkan kepekaan betapa pentingnya melakukan sesuatu dan apa akibatnya jika lalai melaksanakan tugas, memindahkan si anak dari sebuah situasi ke situasi lain, dan dapat dilakukan dimana saja. Tentu saja sebelumnya kita sudah harus menjelaskan tentang aturan main periode diam diri ini. Jika terjadi diluar rumah, tempat time-out bisa di dalam mobil, tetapi jangan ditinggalkan si anak sendirian.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DI RUMAH
Pengaturan Waktu
Anda mungkin ingin anak anda mengerjakan banyak hal dalam satu hari  menyelesaikan pekerjaan sekolah, tugas di rumah, membaca dan bermain- namun dia tidak sanggup mengerjakannya. Hal ini terjadi karena pengaturan waktu yang tidak benar. Mungkin anda ingin si anak mengerjakan pekerjaan rumah segera setelah si anak pulang sekolah karena anda ingin merasa pasti pekerjaan rumah (p.r.) itu sudah selesai dikerjakan, tetapi harus diingat si anak butuh waktu. Istirahat sebentar sepulang dari sekolah. Ada anak yang merasa memang waktu terbaik untuk mengerjakan p.r. nya
setiba dirumah karena penjelasan guru masih segar diingatan mereka. Jika anak anda menemui kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu, cobalah untuk mengatur ulang jadualnya.

Tempat yang Baik Untuk Melakukan Aktivitas
Sama seperti penempatan benda-benda di dalam rumah, tempat untuk si anak melakukan aktivitas juga sebaiknya disediakan. Mungkin anda mempunyai meja makan, tempat menaruh kwitansi, atau kursi yang disukai untuk membaca atau nonton televisi. Anak anda sebaiknya juga mempunyai tempat yang tetap untuk dia melakukan aktivitas. Buat semacam kantor bagi dia untuk mengerjakan p.r.nya. Tawarkan tempat yang dipilihnya: mungkin meja kamarnya, di sudut ruangan dengan meja dan bangku empuk, atau berdiri saja di samping meja makan. Sediakan tempat yang rapi, yang ada tempat alat tulisnya, tempat untuk meletakkan buku pelajarannya. Ada baiknya kalau disediakan juga tempat untuk bermain, membaca dan makan.

Tempat Untuk Menyendiri
Tempat untuk si anak melarikan diri dan berada sendirian sebaiknya juga disediakan, apalagi jika anak anda orangnya
impulsif. Biarkan si anak berada di tempat itu apalagi jika dia ingin menangis. Sediakan sebuah bantal guling yang dapat ditinju atau dilempar. Dengan cara ini si anak bisa melampiaskan rasa frustrasinya tanpa memukul orang atau membanting benda-benda. Kamar tidur si anak dapat digunakan, namun jika si anak dikirim ke kamar tidurnya sesudah dia melakukan kesalahan, tempat itu bisa terasa seperti tempat buangan. Dalam hal ini sebaiknya sediakan tempat /ruangan lain.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DI SEKOLAH

Ruang Kelas
Ruang kelas yang terbaik bagi anak dengan ADHD adalah adanya penempatan peraturan dan jadual sekolah yang mudah dilihat dan dibaca. Aktivitas sekolah sebaiknya merangsang minat anak. Pekerjaan sekolah mungkin sukar, tetapi diimbangi dengan praktik yang menyenangkan, misalmya penggunaan komputer, pekerjaan laboratorium dsb.
Tetapi jika lingkungannya terlalu merangsang minat anak, si anak akan sulit berkonsentrasi. Hindari menempati si anak di dekat jendela, pintu terbuka atau gambar / lukisan yang warnanya cerah karena akan merusak konsentrasi anak. Tempatkan si anak dekat meja guru agar guru bisa mengawasi dan membantu. Tetapi jangan sampai si guru sering didatangi murid lain karena inipun bisa mengganggu, karena anak anda akan mengalihkan perhatiannya kepada apa yang didiskusikan temannya dengan guru. Jangan tempatkan anak anda di sudut kelas atau jauh dari pantauan guru.
Tanpa perhatian guru si anak akan dengan mudah beralih dan sibuk dengan pikirannya sendiri dan hanya melamun.

Guru
Penting sekali untuk menjalin hubungan yang baik dengan guru karena mereka merupakan narasumber anak anda dalam mencari pengalaman di sekolah. Ada baiknya anda menemui guru sebelum sekolah dimulai  untuk memastikan bahwa si guru mengetahui tentang ADHD. Siapkan bahan pembicaraan yang efektif, misalnya tentang ruang kelas, lalu nyatakan juga hal-hal apa yang dapat membuat anak anda bekerja baik, peralatan dan cara apa yang dapat digunakan.
Juga beritahu si guru bahwa anda bersedia menolong. Komunikasi rumah  sekolah sangat diperlukan. Komunikasi ini bisa berbentuk nota pendek, kartu pencapaian pengerjaan tugas, atau gambar wajah sederhana yang melukiskan keadaan gembira atau sedih dengan catatan apa yang telah dilakukan .
Contoh kartu tugas:
Laporan Harian (nama anak)
Untuk____hari____ minggu
Saya telah menyelesaikan: (nama tugas) Parameter Kegiatan:
Seluruhnya ? Kurang aktif
Hampir seluruhnya ? Rata-rata aktif
Setengahnya ? Sangat aktif
Sedikit ? Terlalu aktif
Sangat sedikit

Hadiah atau bintang yang diberikan di rumah dapat juga digunakan di sekolah. Pemberian hadiah biasanya efektif karena memberikan pengaruh baik bagi tingkah laku anak. Kalau tidak menggunakan cara ini, minta si guru untuk
memuji si anak dengan harapan akan memberi pengaruh baik pada tingkah lakunya. Juga minta si guru untuk memberikan komentar khusus.
Mungkin anda ingin membuat semacam system untuk memonitor anak anda.Sistem ini dapat membuat tingkah laku si
anak menjadi lebih baik karena dia akan lebih mawas diri. Si anak bisa mencatat sendiri berapa kali dia menunjukkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Guru diminta mengingatkan anak anda jika dia menunjukkan kelakuan yang buruk dengan cara memberi komentar khusus atau hanya menyentuh bahunya.
KARTU DUDUK (NAMA ANAK)
Jam Keluar dari bangku += Duduk selama pelajaran
1. 8:00– 9:00 Bahasa //
2. 9:00– 10:00 Membaca / +
3. 10:00– 10:45 Olahraga
4. 10:45–11:15 Matematika +
5. 11:15– 11:45 IPA ///
6. 11:45– 12:15 Istirahat
7. 12:15 — 13:00 IPS +

Ada hal-hal lain yang cukup sederhana yang bisa mengubah tingkah laku anak, seperti  hanya memberikan satu tugas untuk suatu waktu tertentu, mengajarkan subyek yang lebih sukar di pagi hari, atau memberikan aturan main yang jelas. Pujilah si guru jika anak anda menyatakan senang belajarnya hari itu atau sepanjang minggu dan nyatakan terima kasih anda pada si guru. Tetapi jangan berkomunikasi dengan guru secara berlebihan. Ingat, si guru masih mempunyai banyak tugas lain di luar sekolah, jadi jagalah agar komunikasi anda dengan guru singkat-singkat saja.

Pekerjaan Rumah (P.R.)
P.R. seringkali merupakan sesuatu yang menyulitkan bagi anak dengan ADHD, namun ada banyak cara untuk membuatnya mudah. Pertama-tama carilah seorang yang mahatahu bagi anak anda, yang dapat menguji p.r. dan menjawab semua pertanyaan mengenai p.r. tsb. Lalu bagi p.r. menjadi beberapa bagian, misalnya 20 soal matematika dapat dibagi menjadi 2 atau 4 bagian, tugas menulis sebanyak 3 halaman dibagi menjadi 3 bagian. Rencanakan pemberian hadiah atau istirahatnya setiap kali satu bagian selesai dikerjakan. Banyak siswa menemui kesulitan dalam menulis. Jika mungkin bisa dikerjakan dengan komputer atau secara lisan pasti anak anda dapat melakukannya dengan lebih baik.
Untuk anak yang lebih besar atau untuk p.r. yang banyak, ada baiknya dibuatkan semacam laporan bergaya wartawan dan suruh si anak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menggunakan kata tanya: Siapa? Apa? Dimana? Kapan? Mengapa? Bagaimana?. Lalu bahas lembar pertanyaan itu dengan si anak.

Bantuan Bagi Anak Anda
Anak dengan ADHD sepatutnya mendapatkan pelayanan pendidikan khusus di sekolah. Jika sekolah tidak mempunyai sarananya, sebaiknya hubungi lembaga yang mempunyai tenaga ahli dalam mengatasi ADHD, misalnya klub Anak Anak Berkesulitan Belajar (Klub AABB).

Anak dengan ADHD sulit diprediksi. Mereka seringkali tidak dapat mentaati peraturan, dan sering cepat marah. Sikap ini akan menghalangi mereka dalam mencari teman. Berikut ini ada beberapa saran agar si anak bisa bermain dengan temannya.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DENGAN TEMAN

Awasi Permainan
Jika ada teman si anak datang ke rumah untuk bermain, anda harus menentukan berapa lama mereka bisa bermain dan cari tahu berapa lama temannya itu akan berada di rumah anda lalu rencanakan aktivitas apa yang akan mereka lakukan. Jika sebuah aktivitas tidak berjalan dengan baik, ganti dengan yang lain. Lebih baik anda selalu bersama dengan mereka, kalau bisa ikut serta dalam aktivitas mereka. Lebih baik tiga orang teman karena kalau yang datang dua orang, mereka jadi berpasangan dan anak anda tidak ada pasangannya. Kalau ada lebih dari empat, akan membingungkan.
Anjurkan mereka untuk bertingkah laku baik dan beri pujian kalau mereka berkelakuan baik. Ingat, akan membuat anak anda malu kalau anda memarahi dia di depan temannya. Jika si anak berkelakuan buruk, cari cara ungtuk memperingati dia. Time-out (periode diam) akan sangat efektif karena si anak biasanya tidak mau ditempatkan sendirian karena sedang ada teman di rumah.

Ajarkan Kemampuan yang Belum Dikenal
Beberapa anak dengan ADHD tidak tahu bagaimana caranya menyapa seseorang atau tetap melakukan kontak mata kalau sedang berbicara dengan seseorang. Ada juga yang suka interupsi dan tidak tahu bagaimana memusatkan perhatian. Akan sangat berguna kalau kita mengajarkan kemampuan ini. Pertama-tama jelaskan kemampuan apa yang akan diajarkan, gunakan bahasa yang sederhana dan pastikan si anak mengerti. Lalu uraikan caranya. Saat yang paling baik untuk mengajarkan adalah ketika si anak menunjukkan kelakuan yang tidak diinginkan.
Kita harus merasa yakin bahwa si anak telah mengerti kemampuan yang baru kita ajarkan karena mungkin ini merupakan sesuatu yang baru bagi dia. Jika si anak tidak ëmenangkapí atau tidak percaya, ada baiknya si anak diambil gambarnya ketika melakukan yang tidak baik dengan kamera video, lalu kita tunjukkan bagaimana seharusnya. Ini harus dilakukan beberapa kali, lalu simulasikan dengan si anak. Ketika si anak sudah tahu dan bisa melakukan dengan baik, berikan semacam tugas untuk melakukannya di dunia nyata. Biarkan dia keluar untuk mempraktikkan lalu melaporkan hasilnya pada anda. Bicarakan apakah yang telah dikerjakan berhasil atau gagal, kalau berhasil beri dia pujian, dan ketidak berhasilan si anak sebaiknya dibicarakan nanti, dengan menambahkan bagaimana caranya menghindari ketidakberhasilan.
Kelompok yang telah disiapkan sebelumnya untuk ditemui anak di luar rumah, merupakan cara yang baik untuk mempraktikkan kemampuan baru si anak dan juga untuk berteman. Anda terlebih dahulu menemui mereka, lalu panggil si anak untuk bergabung. Anda harus yakin bahwa kelompok ini akan cocok dengan anak anda dan apa yang akan dikerjakan dengan kelompok juga cocok dengan keinginan anak anda. Bicarakan dengn seorang instruktur mengenai kegemaran-kegemaran anak anda dan jangan lupa menanyakan apa yang akan dilakukan si instruktur.
Kelompok pramuka akan sangat bermanfaat jika penggalangnya mengerti akan apa yang dibutuhkan anak anda. Kelompok olahraga akan sulit diikuti anak dengan ADHD karena dia akan susah mengikuti peraturan atau berkonsentrasi. Namun banyak anak dengan ADHD bisa menjadi anggota kesebelasan sepak bola dan olahraga lain seperti tennis, berenang atau atletik. Pilihan lain adalah oleh raga bela diri karena adanya penekanan pada kontrol diri dan disiplin.

BANTUAN KHUSUS
Seringkali orangtua yang mempunyai anak dengan ADHD membutuhkan bantuan khusus yang bisa diperoleh dari bacaan-bacaan, kelompok pendukung (support group) atau para profesional di bidang kesehatan khusus bagi anak dengan ADHD. Mungkin anda akan merasa malu meminta bantuan. Sebaliknya, anda seharusnya merasa bangga karena memberikan perhatian khusus pada anak anda.

Bacaan
Bacaan dapat memberikan masukan mengenai ide-ide terbaru yang bisa kita coba. Di halaman belakang buku pegangan ini ada daftar judul-judul buku yang ada hubungannya dengan ADHD.

Kelompok Pendukung (Support Group)
Sebuah kelompok pendukung terdiri dari mereka yang mempunyai perhatian yang sama dan mengadakan pertemuan-pertemuan untuk berbagi pengalaman, nasihat dan dukungan. Kelompok dapat dipimpin oleh seorang ayah atau ibu dari salah seorang anak., seorang ahli, dan mempunyai format atau susunan sendiri. Support group bisa meminta pembicara yang telah berpengalaman luas mengenai anak dengan ADHD, bisa juga mengadakan pertemuan-pertemuan yang ada tanya jawabnya. Kelompok pendukung bisa memusatkan kegiatan pada hal tertentu, misalnya memberikan pelatiha-pelatihan atau mempelajari pendidikan komunitas. Dari kelompok pendukung ini adapat diperoleh informasi, teknik, dokter, babysitter yang ahli / biasa menangani anak dengan ADHD. Yang paling utama dalam sebuah kelompok pendukung ialah adanya keakraban dan pengertian antar anggota.

Mencari Support Group
Para profesianal di bidang kesehatan khusus bagi anak dengan ADHD bisa dimintakan alamat support group yang berada di area anda. Cara lain untuk mendapatkan kelompok pendukung adalah dengan menghubungi jaringan nasional
mengenai ADHD. Berikut adalah alamat-alamat support group di Amerika:
Children and Adults with Attention Deficit Disorser (CHADD)
8181 Professional Place, Suite 201, Landover, MD 20785 phone: 301-306-7070 and 800-233-4050; Fax: 301-306-7090
web: http//www.chad.org/
Learning Disabilities Association of America
4156 Library Road, Pittsburgh, PA 15234phone: 412-341-1515; fax: 412-344-0221web: http//www.ldanatl.org/
The National Attention Deficit Disorder Association (ADDA)
PO Box: 972, Mentor, OH 44061Phone: 440-350-9595; fax: 440-350-0223Web: http//www.add.org/
National Center for Learning Disabilities
381 Park Ave South, Suite 1429, New York, NY 10016phone: 212-545-7510; fax: 212-545-9665

TERAPI
Seorang terapis yang terlatih memberikan dukungan pada seorang anak atau orang tua, bukan pada kelompok. Seorang terapis akan memberikan berbagai solusi, saran-saran dan dukungan. Terapis yang baik memiliki kewajiban moral, etika dan bertanggung jawab sehingga anda tidak pernah khilang semangat dan juga dia akan membuka hal-hal yang konfidensial.
Mungkin anda berpikir bahwa penyelenggaraan terapi adalah dengan berbaring dan berbicara dengan seorang analis yang akan mengatakan coba ceritakan sepanjang proses terapi. Penyataannya tidak demikian karena kebanyakan dilakukan dengan duduk santai berhadapan dan membicarakan sebuah persoalan yang khusus.

Jenis-jenis Terapi
Anda bisa mendapatkan berbagai macam terapis dengan latar belakang dan cara terapi yang berbeda. Seorang terapis mungkin seorang psikolog, psikiater, perawat, konselor atau pekerja sosial. Mereka mungkin akan memusatkan penyelenggaraan terapi pada perkembangan, emosi, tingkah laku atau pola pikir. Sebelum memulai dengan terapi ada baiknya anda mengetahui apa yang anda ingin peroleh, mungkin mengenai perubahan tingkah laku atau pemecahan problem dengan emosi atau anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara-cara umum yang dapat dilakukan pada anak dengan ADHD.
Carilah terapis yang bisa diajak bekerja sama, yang bisa dipercaya dan yang benar-benar membantu anda mencapai tujuan.

MENCARI DOKTER YANG BAIK
Seorang dokter atau terapis yang mengkhususkan diri dalam ADHD bisa merupakan:Dokter Keluarga Anda. Jika dokter keluarga tidak sanggup, dia akan memberikan referensi seorang dokter lain.Kelompok Pendukung (Support Group) di area anda anda bisa mendapatkan alamatnya dari teman atau guru. Perusahaan Asuransi Pendidikan- bukan hanya memberikan layanan asuransi pendidikan, tetapi juga mempunyai daftar dokter ahli ADHD Rumah Sakit Anak- bisa merupakan tempat bertanya mengenai berbagai tenaga ahli yang praktik disana.

Apa yang Akan Ditanyakan Pada Terapis
Dibawah ini ada daftar pertanyaan yang dapat diajukan pada pertemuan pertama:Latar belakang- meliputi: pendidikan, pengalaman dan bidang khusus yang ditangani.Pengalaman dengan ADHD- jumlah anak / orang tua yang pernah ditangani dengan pelatihan yang diterapkan. Cara menangani ADHD- Apa yang menjadi tujuan / goal dalam menangani, lamanya dan cara-cara / metoda yang dipakai (tingkah laku, lingkungan, kognitif, pengobatan). Pelayanan yang tersedia- pelayanan apa saja yang diberikan. Apa yang diharapkan dari pertisipasi anda- jelaskan mengenai keikut sertaan anda dalam terapi: apakah anda akan menjadi peserta yang pasif atau aktif, dan bagaimana hasilnya nanti ñ apakah akan ada perubahan dalam tingkah laku si anak (mis.: mengubah pola makan). Biaya- berapa total biaya terapi, apakah jasa asuransi dapat dipergunakan, dsb.

BERBICARA DENGAN ANAK ANDA
Katakan Keadaan yang Sebenarnya
Tanpa mengatakan keadaan si anak yang sebenarnya dapat menimbulkan persoalan di masa yang akan datang karena dia mungkin akan sadar bahwa dia berbeda dengan anak lain. Dia akan mengatakan tidak percaya kepada anda kalau anda mengatakan tidak ada apa-apa.

Jangan Membuat Sesuatu Menjadi Sulit
Pada saat kita membicarakan keadaan si anak, kita tidak perlu menjelaskan apa ADHD secara mendetil. Mungkin dia ingin mengetahui proses terapi yang akan dilakukan. Jelaskan dengan memakai analogi, misalnya: kalau ada kesulitan dengan mata, tulisan menjadi kabur dsb., maka kita harus pergi ke dokter mata dan mungkin pengobatannya adalah dengan memakai kacamata

Beri Motivasi
Anda seharusnya tidak memakai ADHD sebagai suatu alasan si anak tidak usah melakukan seperti anak normal, jadi anda sebaiknya memberi penjelasan dan semangat untuk bisa mengatasi keadaan ini.Gunakan contoh-contoh dalam penjelasan, misalnya: Otak kamu sama seperti sebuah kereta api cepat yang sedang rusak. Contoh lain: gunung berapi, robot atau pahlawan yang gagah perkasa yang butuh pertolongan untuk mengontrol tenaga mereka.




Jelaskan Spesifikasi Keadaan Anak
Dengan menjelaskan contoh-contoh spesifkasi persoalan anak akan membuat anak lebih mengerti. Ketika membicarakan tentang kata hati (impulsivity), jangan hanya mengatakan: Kamu bertindak tanpa dipikir dulu, tetapi katakan: Kamu tadi lari ke jalan tanpa melihat ke kiri dan ke kanan. Memberikan contoh-contoh spesifik bisa membantu si anak merasa bahwa ada orang yang memperhatikan dan mengerti apa yang sedang mereka alami.

Perbanyak Pengetahuan Mengenai ADHD
Khususnya bagi anak yang lebih besar, berdiskusi dengan seorang tenaga ahli kesehatan atau dengan anggota kelompok lain lebih mudah dibandingkan dengan berdiskusi dengan seorang anggota keluarga. Berikan si anak buku-buku tentang ADHD.

SIAPA SAJA YANG HARUS DIBERI TAHU
Saudara Sekandung
Kakak atau adik dari anak dengan ADHD adalah orang yang paling terkena dengan kondisi ini. Mungkin si kakak atau adik akan merasa tidak mendapat perhatian orangtua karena mereka lebih memperhatikan adik atau kakak dengan ADHD. Ada saudara sekandung yang mengeluh mereka mendapat kesulitan akibat ulah adik atau kakak dengan ADHD.
Mereka juga harus berusaha keras menghadapi adik atau kakak dengan ADHD ini karena cepat marah, ngambek dan tidak dapat mengikuti permainan-permainan. Penting sekali untuk menjelaskan mengenai ADHD kepada anak-anak lain dalam keluarga sehingga mereka mengerti akan keadaan adik atau kakaknya. Kita harus lebih sabar menanggapi keluhan mereka. Keluhan mereka merupakan reaksi yang wajar dan harus ditanggapi dengan positif. Mereka juga harus mendapat perhatian orangtua, sediakan waktu khusus untuk mereka.

Anggota Keluarga yang Lain
Jika ada anggota keluarga lain di dalam rumah, keputusan ada pada anda untuk memberitahukan tentang anak dengan ADHD. Jika mereka tinggal dalam waktu yang lama di rumah anda, sebaiknya anda ceritakan tentang keadaan anak anda dengan ADHD tersebut. Jika ada anggota keluarga yang bisa menjadi tempat untuk berbagi, ceritakan tentang ADHD.

Guru
Penting sekali menceritakan tentang kondisi anak dengan ADHD kepada kepala sekolah dan guru karena mereka sangat berpengaruh dalam pengalaman bersekolah si anak. Untuk keterangan lebih lanjut lihat halaman 12 mengenai

Hal-hal yang Harus Diperhatikan di Sekolah.
Orang Lain
Andai ada seseorang lain yang sering berada dengan anak dengan ADHD ñ orangtua dari teman, konselor pada saat berkemah, babysitter  lebih baik diberitahu mengenai kondisi si anak. Jika mereka diberitahu mengenai disiplin, pujian dan aktivitas yang diterapkan pada si anak, akan sangat berguna. Buku pegangan mengenai ADHD ini atau bacaan lain ada baiknya juga diberikan kepada mereka.



TINGKAT PERTUMBUHAN ADHD
Meskipun banyak orang dengan ADHD (sekitar 50%) mengalami pengurangan dalam gejala pada saat mereka menjadi dewasa, hanya sedikit yang tidak menunjukkan gejala ADHD lagi. Banyak yang masih mendapatkan kesulitan mengikuti pembicaraan, lupa akan tugas, tidak teratur, belanja atau bertaruh tanpa dipikir lebih dahulu,seringkali berganti pekerjaan, atau menunda-nunda pekerjaan.Mereka juga seringkali mempunyai problema lain seperti: perasaan rendah diri, yang menyebabkan kegelisahan dan depresi.
Beberapa orang berpendapat bahwa pengobatan ADHD hanya bagi anak-anak. Petunjuk seorang dokter dapat menjadi pertimbangan, karena ada beberapa cara atau metoda yang efektif dalam penanganan ADHD untuk orang dewasa misalnya teknik mengubah tingkah laku dan mengubah lingkungan.
ADHD bukanlah hukuman, jika diíobatií dengan baik, orang dengan ADHD bisa hidup dengan sempurna dan bahagia. Sekali mengena dalam pengobatannya, mereka dapat menjadi orang yang penuh kreativitas dan semangat.Mungkin mereka tidak dapat menjadi seorang pimpinan perusahaan, pengendali lalulintas udara di bandara (air traffic controller) atau yang bekerja dibelakang meja yang terbaik, tetapi mereka bisa menjadi orang yang luar biasa di bidang penjualan, disc jockey, pialang saham, artis, dan ilmuwan.

APA PENDAPAT MEDIA
Akhir-akhir ini banyak didapat bacaan dalam berbagai media mengenai ADHD dan pengobatannya dan bacaan ini mendapat perhatian orang banyak. Ada juga pertanyaan mengapa pengobatan untuk mengontrol anak dengan ADHD dilakukan agak sembarangan dengan memberi semacam ìobat ajaibî (wonder drugs) yang dapat memecahkan berbagai persoalan dan menyebabkan ketagihan, ADHD agak dibesar-besarkan, dan efek berbahaya menggunakan obat dalam waktu lama. Bacaan-bacaan ini hanya semacam sensasi yang ketepatannya hanya sedikit dan menimbulkan keprihatinan. Bacaan ini hanya menimbulkan suasana kebingungan, ketakutan dan kemarahan karena sulit memilah mana yang merupakan ëkenyataaní mana yang fiksi. Jika anda merasa sebuah artikel hanyalah membesar-besarkan atau tidak proporsional, bicarakan dengan seorang profesional atau dengan kelompok pendukung (support group). Mereka mungkin dapat memberikan informasi atau opini mengenai tulisan di media bersangkutan.

BUKU-BUKU REFERENSI
Barkley, Russel A. Takingß Charge of ADHD: The Complete, Authoritative Guide for Parents. Guilford Press, 1995.
Garber, Garber,ß & Spizman. Is Your Child Hyperactive? Inattentive? Impulsive? Distractible?: Helping the
ADHD/Hyperactive Child. Random House, Inc. New York, 1995.
Garber, Garber,ß & Spizman. Beyond Ritalin. Harper Perennial. New York, 1997.
Hallowell,ß & Ratey. Driven to Dristraction. Simon & Schuster. New York, 1995.
Kennedy, Terdal, & Fusetti. The Hyperactive Child Book. St. Martinís Press. New York, 1994.
Train, Alan. ADHD: How to Deal With Very Difficult Children. Souvenir Press. London, 1996.
Taylor, John F. Helping Your Hyperactive/ADD Child. Prima Publishing. California, 1997.

jadwal-sholat